Menu

Mode Gelap
Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri Cegah Curanmor dan Curwan, Bupati Lumajang Akan Pasang PJU di Wilayah Utara KAI Jember Siagakan Layanan Kesehatan untuk Penumpang Saat Arus Balik Lebaran Innalillahi! Mayat Lansia Perempuan Terdampar di Pantai Nyamplung Kobong Jember H+2 Lebaran, Menteri PU Tinjau Tol Probowangi, ini Temuannya Diduga Rem Blong, Mobil Wisatawan dari Bromo Terbalik di Pasuruan

Nasional · 30 Des 2020 23:52 WIB

Akhiri Polemik, Keluarga Habib Hasan Hentikan Tahlil


					Akhiri Polemik, Keluarga Habib Hasan Hentikan Tahlil Perbesar

PASURUAN-PANTURA7.com, Tiga hari pasca wafatnya almarhum Habib Hasan bin Muhammad bin Hud Assegaf, pihak keluarga masih menggelar tahlil di rumah duka, jalan Jawa, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Rabu (30/12/2020) malam.
 
Hanya saja, dalam tahlil hari ke 4 ini, protokol kesehatan diterapkan lebih ketat. Sebelum masuk ke sekitar rumah duka, warga yang akan tahlil harus menjalani rapid tes, mencuci tangan serta wajib mengenakan masker.
 
Seusai tahlil, keluarga memberikan klarifikasi terkait kerumunan massal yang terhadi saat pemakaman Habib Hasan bin Muhammad bin Hud Assegaf. Pihak keluarga menyebut, kejadian itu diluar prediksi.
 
“Ini adalah kejadian yang tidak dikondisikan, semuanya serba spontan dan almarhum ayah saya bukan orang yang berdakwah dengan berceramah di atas mimbar, tidak ada afiliasi dengan ormas apapun, sehingga dari pihak keamanan tidak mendeteksi. Artinya tidak menyangka bahwa lonjakan manusia akan seperti itu,” kata putra almarhum, Habib Abu Bakar bin Hasan Assegaf.
 
Ia menambahkan, pihak keluarga saat itu juga tidak menyadari bahwa ribuan manusia datang ke masjid Agung Al-Anwar untuk mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhir. Begitu sadar, keluarga berupaya mensiasati.

“Pihak keluarga mencoba menyiasati setelah salat jenazah. Jamaah dipersilahkan salat ashar, jenazah ditaruh di tempat transit, padahal jenazah diberangkatkan untuk dimakamkan. Hal tersebut dilakukan agar tidak membludak lagi disaat pemakaman,” urainya.
 
Untuk mencegah potensi penyebaran Covid-19 pasca kejadian itu, sambung Habib Abu Bakar, ikhtiar bersama sudah dilakukan. Satgas Covid-19 Kota Pasuruan sudah melakukan tracing, mulai dari keluarga hingga seluruh pengurus masjid Agung Al-Anwar.
 
“Sudah dirapid test, penyemprotan dan seterusnya. Semuanya sudah berjalan, sangsi administratif sudah diberikan sesuai dengan peraturan yang berlaku, semua sudah dilakukan,” pungkas putra tertua Habib Hasan bin Muhammad bin Hud Assegaf.
 
Yang perlu ditekankan, sambungnya, tidak ada pihak manapun yang perlu disalahkan. “Dari keluarga tidak salah, Satgas Covid-19 juga tidak salah, jadi semua tidak ada yang perlu disalahkan. Karena ini kejadian yang tidak dikondisikan, semuanya spontanitas,” tegasnya.
 
Tahlil malam ini merupakan tahlil terakhir. Pihak keluarga selanjutnya akan menghentikan tahlil yang melibatkan banyak massa demi mengakhiri polemik dan menjaga disiplin protokol kesehatan.
 
Sebagaimana diketahui, ribuan pelayat mengiringi pemakaman Habib Hasan bin Muhammad bin Hud Assegaf, Minggu (27/12/2020). Fenomen itu dinilai melanggar protokol kesehatan karena melibatkan ribuan massa ditengah pandemi. (*)


Editor: Efendi Muhamad
Publisher: Rizal Wahyudi


Artikel ini telah dibaca 128 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Hari ke-6 Ramadhan, Harga Komoditas Cabai Turun, Namun Masih Dikeluhkan

6 Maret 2025 - 14:56 WIB

Sekolah Rakyat Dibuka Tahun Ini, Mensos Gus Ipul: Dimulai dari SMA

4 Maret 2025 - 18:28 WIB

Demo ‘Indonesia Gelap’ di Jember, Mahasiswa Tolak Efisiensi Anggaran

21 Februari 2025 - 20:06 WIB

Catat! Serangan Digital pada Perusahaan Media Siber Merupakan Bentuk Kekerasan terhadap Pers

21 Februari 2025 - 13:08 WIB

Gus Haris – Ra Fahmi Gladi Kotor di Monas Jelang Pelantikan

18 Februari 2025 - 15:42 WIB

Baru Sehari Uji Coba, Program MBG di Kota Probolinggo Dihentikan

18 Februari 2025 - 13:54 WIB

Pisang Mas Kirana Lumajang Tembus Pasar Global

9 Februari 2025 - 09:43 WIB

Pakar Geologi Sarankan Warga Terdampak Tanah Bergerak di Pasuruan untuk Pindah

2 Februari 2025 - 19:10 WIB

Sambut Ramadhan, SOYJOY Suguhkan Varian Baru Kurma Nastar

31 Januari 2025 - 14:04 WIB

Trending di Nasional