Menu

Mode Gelap
Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup

Ekonomi · 2 Jan 2021 16:22 WIB

Harga Kedelai Melambung, Produsen Tahu-tempe Linglung


					Harga Kedelai Melambung, Produsen Tahu-tempe Linglung Perbesar

KEJAYAN-PANTURA7.com, Sejak dua bulan terakhir, sejumlah produsen tahu dan tempe di Desa Pacarkeling, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, mengeluh. Pasalnya, harga bahan baku kedelai meroket.

Salah seorang produsen tempe, Fadilah, sejak harga kedelai naik, ia harus putar otak untuk menyiasati penjualannya dengan mengurangi ukuran tempe. 

Siasat itu, menurut Fadilah, terpaksa dilakukan karena opsi untuk menaikkan harga jual sulit. “Daya beli masyarakat rendah, apalagi dilanda wabah Covid-19,” katanya, Sabtu (02/01/2021).

Akibat kondisi ini, omset jualannya berkurang hingga 50 persen dari pendapatan sebelumnya. Dijelaskannya, saat ini harga kedelai mencapai Rp 95 ribu per kilogram.

“Biasanya sebelum harga kedelai naik, per hari saya mendapat keuntungan Rp 400 ribu. Saat ini, hanya mendapat keuntungan Rp 250 ribu saja,” keluh Fadilah.

Sementara itu, Khoirul Rizikin, yang merupakan produsen tahu, mengungkapkan keluhan serupa. Ia terpaksa mengurangi jumlah produksi tahu demi menghindari kerugian.

Sebelum harga kedelai melambung, dalam satu pekan ia mampu membeli 1 ton kedelai. Saat ini, ia hanya dapat membeli setengah ton saja.

“Biasanya harga tahu per kotak Rp 18 ribu, kini saya naikan menjadi Rp 20 ribu,” curhat Rizikin.

Para pelaku usaha rumahan yang mengandalkan bahan baku kedelai ini berharap, harga kedelai bisa kembali normal. Dengan begitu, daya jual tahu dan tempe kembali seperti sediakala. (*)


Editor : Efendi Muhamad
Publisher : A. Zainullah FT
 
 


Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi