Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Ekonomi · 14 Jan 2021 09:15 WIB

Dibanjiri Bawang Luar Daerah, Harga Bawang Merah Lokal Anjlok


					Dibanjiri Bawang Luar Daerah, Harga Bawang Merah Lokal Anjlok Perbesar

DRINGU-PANTURA7.com, Harga jual bawang merah di Kabupaten Probolinggo terus anjlok. Para pedagang di Pasar Bawang Dringu menuding, merosotnya komoditas dapur itu disebabkan banyaknya bawang merah luar daerah yang masuk ke Pasar Bawang.

Kepala Pasar Bawang Dringu, Sutaman mengungkapkan, harga Bawang Merah super saat ini berada di kisaran Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram (Kg). Bawang merah kualitas sedang harganya sekitar Rp 15 ribu per kilogram.

Sedangkan bawang merah ukuran kecil atau kualitas biasa, jelas Sutaman, hanya seharga Rp 7 ribu per kilogram. Anjloknya harga bawang merah terjadi sejak dua hari terakhir.

“Biasanya pada Januari ini harga bawang merah tinggi, namun karena banyak bawang merah dari daerah lain yang masuk seperti dari Bojonegoro, Nganjuk, dan Demak, harga bawang merah jadi anjlok,” ujar Sutaman, Kamis (14/01/2021).

Dengan kondisi ini, imbuhnya, para petani maupun pedagang bawang merah rugi. Para petani sudah mengeluarkan banyak modal sejak proses tanam hingga masa panen tiba.

“Sedangkan bagi para pedagang, harga kulak yang diambil dari petani kan tinggi, namun harga jual di pasar rendah. Kalau stok bawang merah saat ini sekitar 19 ton (di Pasar Bawang),” ulas Sutaman.

Salah satu pegadang bawang merah di Pasar Bawang Dringu, Suryadi mengaku rugi dengan harga jual bawang merah saat ini. Pasalnya bawang merah yang ia kulak dari petani masih tinggi, namun kini harus dijual murah.

“Bawang yang saya kulak untuk dijual kembali harganya anjlok. Pembelinya juga tidak ada, ya rugi saya,” keluh Suryadi. (ST1)


Editor: Efendi Muhammad
Publisher: A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi