Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Kesehatan · 16 Jan 2021 08:14 WIB

Tes Rapid Antigen di Pelabuhan, Banyak Nelayan ‘Ngacir’


					Tes Rapid Antigen di Pelabuhan, Banyak Nelayan ‘Ngacir’ Perbesar

SUMBERASIH-PANTURA7.com, Satgas Penanganan dan Percepatan Covid 19 Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, menggelar tes rapid antigen di Pelabuhan Tanjung Tembaga Mayangan, Kota Probolinggo, Sabtu (16/01/2021) pagi.

Rapit tes di pelabuhan penyeberangan ditujukan kepada warga yang hendak masuk atau baru datang dari Pulai Gili Ketapang. Dimulai sejak pukul 8.00 WIB hingga 11.00 WIB, sedikitnya 30 warga terjaring tes cepat deteksi Covid-19 ini.

Pantauan PANTURA7.com, tak sedikit warga maupun nelayan pemilik kapal yang menjauh begitu mengetahui ada tes rapid antigen. Tak heran jika selama sekitar 3 jam menggelar tes, petugas hanya mendapati 30 orang saja.

Salah satu pendaftar tes, Holifah mengaku, ia ikut rapid tes bukan karena akan berangkat atau baru datang dari Pulau Gili. Melainkan karena tuntutan profesi sebagai tenaga pengajar yang wajib ikut tes rapid antigen.

“Saya ikut rapid antigen ini karena mendapat info bahwa tenaga pengajar wajib rapid tes. Selain itu, tidak nututi rapid di depan Polsek Sumberasih karena kesiangan sehingga ikut disini,” terang guru Taman Kanak-kanan (TK) Jangur ini.

Camat Sumberasih, Wiwit Suryaningsih menyebut, rapid tes antigen itu memang diperuntukkan bagi warga Pulau Gili. “Namun ada juga warga di Kecamatan Sumberasih, yakni beberapa orang guru pengajar yang ikut rapid tes,” ujar Wiwit.

Mantan Kabag Humas Pemkab Probolinggo ini menambahkan, tes rapid antigen dilakukan untuk mengetahui kesehatan masyarakat, khususnya warga Pulau Gili Ketapang. Hasilnya, 30 orang yang dites, terkonfirmasi non-reaktif.

“Tes ini untuk mengetahui kesehatan masyarakat ditengan pandemi virus korona, sehingga potensi penyebaran Covid-19 bisa ditekan sedini mungkin,” papar Wiwit. (ST1)


Editor : Efendi Muhamad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Jaga Tubuh Tetap Bugar, ini Tips Memilih Makanan saat Lebaran

30 Maret 2025 - 14:35 WIB

Tips Sehat Selama Ramadan, ini Cara Menjaga Pola Makan saat Buka Puasa

15 Maret 2025 - 07:23 WIB

Yukh, Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh saat Berpuasa, ini Tipsnya

10 Maret 2025 - 12:05 WIB

Penting! Hindari 7 Makanan dan Minuman ini Agar Tubuhmu Tetap Sehat Selama Berpuasa

9 Maret 2025 - 12:12 WIB

Waspada! Satu Orang Warga Probolinggo Meninggal Dunia Akibat DBD

7 Maret 2025 - 17:55 WIB

Tips Berpuasa di Bulan Ramadhan: Makanan, Olahraga, dan Waktu Tidur yang Tepat

3 Maret 2025 - 08:52 WIB

Program Persalinan Gratis Mulai Dapat Diakses Masyarakat Lumajang

27 Februari 2025 - 18:15 WIB

Terjangkit TBC, 130 Orang di Lumajang Meninggal

25 Februari 2025 - 15:44 WIB

Pelayanan Dikeluhkan Keluarga Pasien, ini Penjelasan RSUD Waluyo Jati Kraksaan

24 Februari 2025 - 18:21 WIB

Trending di Kesehatan