Menu

Mode Gelap
Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri Cegah Curanmor dan Curwan, Bupati Lumajang Akan Pasang PJU di Wilayah Utara KAI Jember Siagakan Layanan Kesehatan untuk Penumpang Saat Arus Balik Lebaran Innalillahi! Mayat Lansia Perempuan Terdampar di Pantai Nyamplung Kobong Jember H+2 Lebaran, Menteri PU Tinjau Tol Probowangi, ini Temuannya

Gaya Hidup · 27 Jan 2021 13:18 WIB

Gaji Pas-pasan, Guru Honorer ini Banting Setir jadi Produsen Variasi Motor


					Gaji Pas-pasan, Guru Honorer ini Banting Setir jadi Produsen Variasi Motor Perbesar

WINONGAN-PANTURA7.com, Menjadi tenaga guru honorer selama bertahun-tahun, membuat Ismail Bahtiar (35) Warga Dusun Serambi, Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan harus berfikir keras guna memperbaiki taraf hidupnya.

Maklum saja, gajinya sebagai tenaga honorer hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari. Bahtiar menceritakan, ia mengabdi menjadi guru honorer sejak belasan tahun lalu, sejak ia belum menikah.

Setelah menikah dan mempuanyai dua orang anak, statusnya sebagai guru honorer tetap tidak berubah dengan gaji pas-pasan. Ia pun memutar otak untuk mendapatkan penghasilan tambahan diluar jam mengajar.

“Akhirnya saya mencoba membuat kerajian variasi motor dengan bahan dasar fiberglass. Seperti membuat winglet Honda Vario, cover headlamp Honda Beat, Hugger Vario dan cover leher knalpot Honda Vario,” kata Bahtiar kepada PANTURA7.com, Rabu (27/01/2021).

Kerajinan fiberglass yang dirintis Bahtiar, sudah berjalan sekitar dua tahunan. Produk hasil kerajinan, lantas ia pasarkan secara offline dan online. Penjualan secara manual dilayani bagi konsumer lokal.

Sementara penjualan ke luar daerah, mayoritas dilakukan secara online. Bahkan, ia sudah memiliki pelanggan tetap di beberapa toko variasi motor di wilayah Madura, Kabupaten Situbondo, Bondowoso, Lunajang dan Banyuwangi.

“Saya jual hasil kerajinan saya itu harganya mulai Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu, tergantung modelnya,” katanya.

Siapa sangka, usaha coba-coba ini awalnya hanya bermodal Rp 500 ribu. Selang 2 tahun kemudian, kegigihan dan keras Bahtiar membuatnya berhasil meraup keuntungan jutaan rupiah perbulan.

Awalnya, proses pengerjaan kerajinan dilakukan sendiri. Namun karena pesanan kian hari bertambah banyak, Bahtiar terpaksa merekrut dua orang tetangganya sebagai tenaga kerja.

“Alhamdulillah, penghasilan bersih saya sekarang ini per bulan mencapai Rp 7 juta sampai 15 juta,” paparnya riang.

Menurutnya, dimasa pandemi Covid-19 ini, pesanan dari konsumen tidak menurun. Hanya saja harga bahan baku yang digunakan mengalami lonjakan.

“Saat pandemi pesanan masih banyak, tapi harga bahan baku seperti handmade sebagai perekat, sekarang naik harganya,” ujar Bahtiar.

Meski usahanya mampu meraup uang jutaan rupiah dalam sebulan, namun Bahtiar masih tetap mengajar sebagai guru honorer di sekolah dasar (SD). “Aktivitas mengajar tidak saya tinggalkan,” pungkasnya. (*)


Editor : Efendi Muhamad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Bisnis Menggiurkan! Budidaya Ikan Kerapu Keramba Menjamur di Pulau Gili Ketapang

15 Februari 2025 - 20:17 WIB

Bukan Pencitraan, Sebelum Nakhodai DPRD Lumajang, Hobinya Makan Bersama

30 Januari 2025 - 19:10 WIB

Kreatif! Warga Kanigaran Kota Probolinggo Sulap Anggur jadi Aneka Minuman Nikmat

14 Desember 2024 - 19:49 WIB

Xuping, Perhiasan Emas Imitasi yang Kini Digandrungi Warga Kota Probolinggo

26 Oktober 2024 - 12:37 WIB

Pangkas Rambut Tradisional di Kota Probolinggo Masih Bertahan Ditengah Gempuran Barbershop

8 Oktober 2024 - 18:25 WIB

Kreatif! Warga Ketapang Kota Probolinggo Sulap Galon Bekas jadi Hiasan Bunga Estetik

28 September 2024 - 15:55 WIB

Menabung Lima Tahun, Pasutri Ini Beli Motor dengan Uang Koin

21 Agustus 2024 - 19:58 WIB

Jazz Gunung Bromo 2024, Elfa’s Singers hingga Ndaru Ndarboy Hangatkan Penonton dalam Balutan Bediding Bromo

20 Juli 2024 - 15:27 WIB

Kafe D’Javu Kota Probolinggo, Tawarkan Kenikmatan Kopi dan Kereta Api

20 April 2024 - 19:41 WIB

Trending di Gaya Hidup