Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Hukum & Kriminal · 1 Feb 2021 11:51 WIB

Cabuli dan Aniaya ABG, Bapak-Anak di Gending Dipolisikan


					Cabuli dan Aniaya ABG, Bapak-Anak di Gending Dipolisikan Perbesar

GENDING-PANTURA7.com, KL dan MB, bapak dan anak asal Desa Banyuanyar Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo harus berurusan dengan polisi. Keduanya dilaporkan ke polisi dengan dugaan menganiaya dan mencabuli remaja perempuan di bawah umur.

Mereka dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Probolinggo, Senin (1/2/2021) siang. Pengadunya seorang anak baru gede (ABG), SR (16) didampingi kedua orangtuanya, JH dan ES, juga warga Banyuanyar Lor.

Setelah laporannya diterima, korban beserta kedua orangtuanya dibawa ke ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Probolinggo untuk menjalani proses pemeriksaan penyidik.

Informasi yang diperoleh, pencabulan dan penganiayaan terjadi awal November 2020 lalu. Saat itu sekitar pukul 16.30 WIB, MB kekasih SR menjemput korban di rumahnya dengan alasan mengajaknya untuk belanja.

Setelah berhasil mengajak korban keluar, pelaku kemudian malah membawa korban ke rumah kakak iparnya di Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Di rumah itulah, pelaku kemudian memaksa korban untuk melayani nafsunya.

Warga sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) kemudian menggerebek pasangan muda-mudi yang belum terikat pernikahan sah itu. Kedunya diberikan pilihan, apakah mau dibawa ke polsek setempat atau orangtuanya dihadirkan.

“Setelah orangtuanya datang, kepala saya langsung dipukul lebih dari tiga kali sama bapaknya (KL) lalu diantar pulang ke rumah. Seminggu kemudian keluarganya datang lagi ke rumah melamar saya,” kata SR dengan kepala tertunduk.

Sementara itu, JH, ibu SR mengaku dirinya melaporkan kejadian tersebut sebab merasa dipermainkan. Sebab, kata dia, setelah proses pertunangan anaknya, sepekan kemudian pihak terlapor memilih untuk membatalkan pertunangan.

“Seminggu setelahnya, pertunangan malah dibatalkan tanpa alasan sama sekali, dan saat dibatalkan itu bukan keluarganya yang datang langsung, tapi melalui orang lain. Sehingga kami memutuskan untuk melapor kejadian ini,” ungkap JH.

Terpisah, Kanit PPA Satreskrim Polres Probolinggo, Aipda Agung Dewantara menyampaikan, pihaknya sudah menerima laporan tersebut dan akan segera ditindaklanjuti. Untuk sementara, korban masih menjalani pemeriksaan.

“Masih diperiksa penyidik, selanjutnya akan kami bawa ke RSUD Waluyo Jati untuk divisum,” tutur Agung. (*)


Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan

4 April 2025 - 13:57 WIB

Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku

3 April 2025 - 16:34 WIB

Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri

3 April 2025 - 12:53 WIB

Edi Buron Ganja Diduga Masih Berkeliaran di Lumajang

2 April 2025 - 15:41 WIB

Polres Pasuruan Kota Gerebek Penjual Miras di Panggungrejo

30 Maret 2025 - 19:43 WIB

Razia Malam di Kota Pasuruan, Puluhan Kendaraan Disita, Empat Remaja Positif Narkoba

30 Maret 2025 - 19:29 WIB

Terdakwa Pencurian Motor di Pasuruan Dibebaskan, Bisa Rayakan Lebaran Bersama Keluarga

27 Maret 2025 - 17:13 WIB

Jelang Lebaran, Kades di Jember jadi Korban Pemerasan Oknum LSM

27 Maret 2025 - 04:51 WIB

Seekor Kerbau di Lumajang Dicuri dan Dimutilasi

26 Maret 2025 - 17:06 WIB

Trending di Hukum & Kriminal