Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Peristiwa · 5 Feb 2021 11:33 WIB

Mandi Jelang Jumatan, Santri di Maron Tewas Tenggelam


					Mandi Jelang Jumatan, Santri di Maron Tewas Tenggelam Perbesar

MARON-PANTURA7.com, Ahmad Gozi (28), santri asal Desa Kalianan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo ditemukan tewas di sungai, Jumat (5/2/2021). Awalnya, ia mandi di sungai untuk persiapan salat Jumat di Pesantren Al Falah, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo.

Informasi yang diperoleh, kejadian bermula ketika korban mandi di sungai di sebelah pondoknya di Dusun Brukan, RT 08 RW 04, Desa Maron Kidul sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu korban mandi di sungai bersama empat santri lain.

Ketika terjun ke sungai diduga kepala korban terbentur bebatuan sungai sehingga ia tidak muncul ke permukaan. Santri-santri lain mengaku, ketakutan dan segera menghubungi pengurus pondok.

“Setelah datang pengurus pondok, mereka kemudian melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi terapung,” kata Kapolsek Maron, Iptu Samiran saat dikonfirmasi.

Kematian korban, lanjut Samiran, semakin dikuatkan setelah pengurus dan warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP) membawanya ke puskesmas. Hasil pemeriksaan, korban memang sudah meninggal dunia.

“Kami juga sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari berbagai saksi dan mengantarkan jenazah korban ke rumah duka untuk proses pemakaman,” ungkap Samiran melalui sambungan selular.

Atas kejadian tersebut, sambung dia, pihak keluarga membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi terhadap jasad korban. Keluarga mengaku, mengikhlaskan kepergian korban serta menyadari bahwa kejadian tersebut merupakan takdir dari Allah.

“Sudah tanda tangan hitam di atas putih dan tidak akan menuntut siapa pun di kemudian hari dengan disaksikan pihak keluarga lainnya dan pengurus pondok,” tutup Samiran. (*)


Editor : Ikhsan Mahmudi
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Innalillahi! Mayat Lansia Perempuan Terdampar di Pantai Nyamplung Kobong Jember

3 April 2025 - 10:32 WIB

Diduga Rem Blong, Mobil Wisatawan dari Bromo Terbalik di Pasuruan

2 April 2025 - 18:46 WIB

Baru Saja Surut, Banjir Kembali Rendam Bandaran, Winongan

1 April 2025 - 17:13 WIB

Jelang Takbiran, Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Pasuruan

30 Maret 2025 - 18:45 WIB

Hujan Deras, Banjir Rendam Winongan Pasuruan

29 Maret 2025 - 01:58 WIB

Disapu Puting Beliung, Rumah Warga Puspan Probolinggo Rata dengan Tanah

27 Maret 2025 - 17:31 WIB

Terseret Arus, Dua Remaja Hilang di Sungai Bedadung

26 Maret 2025 - 21:20 WIB

Usai Bertengkar dengan Istri, Pria di Pasuruan Jatuh ke Sungai dan Tewas

26 Maret 2025 - 14:05 WIB

Ular Pemangsa Ternak Sepanjang 4,5 Meter di Kota Probolinggo Akhirnya Ditangkap

24 Maret 2025 - 05:07 WIB

Trending di Peristiwa