Menu

Mode Gelap
Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup

Ekonomi · 15 Feb 2021 15:31 WIB

Harga Cabai Terus Meroket, Tembus Rp 90 Ribu per Kg


					Harga Cabai Terus Meroket, Tembus Rp 90 Ribu per Kg Perbesar

MAYANGAN-PANTURA7.com, Sempat tertahan diangka Rp 45 ribu per kilogram (Kg), harga cabai rawit di pasar tradisional Kota Probolinggo kembali naik. Sejak 2 hari ini, harga cabai rawit menembus Rp 90 ribu/Kg.

Salah satu pedagang di Pasar Baru, Sulianan mengakui nahwa harga cabai rawit yang kini menyentuh Rp 90 ribu/Kg sudah terjadi sejak 2 hari yang lalu. Sebelumnya harga cabai rawit ini berada di kisaran Rp 40 ribu/Kg.

“Harga cabai rawit ini sudah dari distributornya, karena petani sudah tak menanam cabai. Selain itu, karena musim hujan tanaman cabai petani banyak yang rusak,” Sulianan, Senin (15/2/2021).

Hal senada disampaikan Su’eb, pedagang cabai asal Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran. Menurutnya, penyebab meroketnya harg cabai rawit karena hasil panen cabai petani tak sebanyak bulan sebelumnya.

“Saat ini hujannya lebat, sehingga mengakibatkan tanaman petani rusak. Saya sudah coba jual rugi seharga Rp 80 ribu/Kg, namun pembelinya juga turun,” papar dia.

Su’eb memprediksi, harga cabai selaman3 bulan kedepan akan semakin melangit. “sebab banyak petani yang sudah mulai beralih untuk menannam tanaman lain,” duganya.

Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Yuke Pradita mengaku dirugikan dengan naiknya harga cabai. Sebab ia harus mengurangi pembelian cabai atau menambah anggaran untuk beli cabai.

“Sejak harga cabai naik, saya terlaksa mengurangi pembelian cabai rawit, yang penting saat makan harus ada rasa pedas. Saya berharap harga cabai bisa kembali normal agar pembeli bisa membeli cabai dalam jumlah banyak,”, ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo, Fitriawati mengungkapkan, harga cabai rawit naik karena banyak petani yang gagal panen seiring cuaca yang tidak bersahabat.

Untuk mengatasi meroketnya harga cabai, pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga di pasar. Namun Fitriawati optimis harga cabai akan kembali normal secepatnya.

“Harga cabai rawit ini karena faktor petani yang gagal panen. Ini menjadi tugas Dinas Pertanian untuk menggenjot produksi cabai, meski begitu DKUPP akan terus melakukan pemantauan di pasar terkait ini,” ujarnya. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi