Menu

Mode Gelap
Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2)

Pemerintahan · 18 Feb 2021 09:35 WIB

Cabai Mahal, Pemkot Probolinggo Ancam Distributor Nakal


					Cabai Mahal, Pemkot Probolinggo Ancam Distributor Nakal Perbesar

MAYANGAN-PANTURA7.com, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Probolinggo, Kamis pagi (18/02/21) melakukan sidak di Pasar Baru di Jl. Panglima Sudirman. Hasilnya, petugas tidak mendapati adanya indikasi penimbunan stok cabai

Setibanya di Pasar Baru, Tim TPID mendatangi sejumlah pedagang cabai. Dari keterangan beberapa pedagang, diketahui harga cabai rawit kini berada di kisaran harga Rp 85 ribu per kilogram (Kg) hingga Rp 90 ribu/Kg.

Sedangkan harga cabai kecil hijau berada di kisaran Rp 40 ribu/Kg. Adapun harga cabai besar hijau di kisaran Rp 20 ribu/Kg. Selain mengecek harga, petugas juga mengecek ketersediaan cabai di pasaran.

Salah seorang pedagang cabai, Manisa mengaku tingginya harga cabai lantaran stok dari distributor berkurang. Hal itu, katanya, disebabkan karena sejumlah daerah penghasil cabai gagal panen akibat musim penghujan.

“Masih tinggi harga cabai ini lantaran stok dari distributor kurang dan petani gagal panen. Alhamdulillah meski saya kulak cabai lumayan banyak namun cepat habis dan tak sampai membusuk,” ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, naiknya harga cabai memang dipengaruhi stok dari petani yang terbatas.

Menurut Fitriawati, petani gagal panen karena tanaman cabai rusak seiring musim hujan. Meski demikian, ia memastikan tidak ada unsur penimbunan dalam lonjakan harga cabai ini.

“Dari pantauan tim, naiknya harga cabai ini pebih dipengaruhi faktor stok cabai dari petani menipis karena cuaca buruk. Jadi bukan karena adanya penimbunan cabai oleh oknum,” bebernya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Probolinggo, Rini Sayekti mengamimi bahwa kenaikan harga cabai di pasaran karena faktor minimnya stok dari petani berkurang.

Namun ia mewanti-wanti, para distributor cabai tidak memanfaatkan kondisi itu untuk mempermainkan harga atau menimbun cabai. Pemerintah, jelas Rini, tidak segan-segan mempidanakan distributor jika terbukti ‘memainkan’ harga cabai.

“Berdasarkan pantauan Tim TPID, kenaikan harga cabai ini bukan karena adanya penimbunan dari distributor. Namun jika ada permainan dari distributor, maka Pemkot Probolinngo akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindaknya,” ancam Rini. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : Rizal Wahyudi


Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Hujan Lebat, Bupati Probolinggo Gus Haris Sidak Kios untuk Atasi Persoalan Pupuk

10 Maret 2025 - 18:37 WIB

DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Sertijab Bupati dan Wakil Bupati

7 Maret 2025 - 16:38 WIB

Trending di Pemerintahan