Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Berita Pantura · 2 Mar 2021 12:09 WIB

Cabai Diserang Cacar, Petani Meradang


					Cabai Diserang Cacar, Petani Meradang Perbesar

PAITON-PANTURA7.com, Cuaca ekstrem belakangan ini membuat petani cabai rawit di Kabupaten Probolinggo merugi. Pasalnya, di musim penghujan ini banyak cabai yang membusuk karena terserang penyakit.

Hal ini disampaikan Muhammad Sukron, petani asal Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Sejak musim hujan tiba, tanaman cabai miliknya diserang cacar buah (Antraknosa). Cacar buah tersebut menyerang hampir menyeluruh, dari cabai rawit hijau dan merah.

“Seluas 250 meter persegi rusak baik cabai rawitnya yang masih hijau atupun sudah mulai merah sudah terlihat berwana kecoklatan seperti habis terbakar. Kalau sudah seperti ini, dijamin tidak laku,” kata Sukron, Selasa (2/3/2021).

Jika cabainya sudah diserang cacar, lanjut Sukron, alamat dirinya akan merugi dan tidak balik modal. Padahal, biaya untuk menanam cabai sebanyak 6.000 batang lumayan cukup besar jika dihitung dari awal membajak sawah.

“Membeli bibit cabai rawit, memberi pupuk, hingga memberi obat-obatan agar proses perkembangannya cepat, dan tidak gampang terkena penyakit. Terlebih saat itu harga pupuk mahal dan masih sulit didapat sudah habis biaya besar,” ungkapnya.

Dikatakan Sukron, hal tersebut berbanding terbalik jika penyakit yang menyerang cabai rawit masih dapat diatasi dengan obat-obatan yang dijual di pasaran. Tetapi untuk penyakit cacar ini, masih belum ada obat yang ampuh, baik untuk mencegah ataupun mengobatinya.

“Penyakit cacar ini memang sering terjadi setiap tahunnya, hanya saja di tahun 2021 ini cacarnya lebih awal datang. Yang seharusnya datang pada saat panen cabai hampir selesai, namun kali ini datang saat cabai masih belum terlalu sering dipanen, faktor hujan mungkin,” tutur dia.

Sekadar informasi, hujan yang terjadi belakangan ini sudah diprediksi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo. Petani diminta mewaspadai munculnya penyakit yang bisa merusak tanaman dan membuat hasil panen tidak maksimal. (*)


Editor : Ikhsan Mahmudi
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Penemuan Ribuan Koin Kuno di Pasuruan Segera Diteliti

28 Januari 2025 - 16:44 WIB

Target PAD Lumajang Melalui Pajak Sebesar Rp170 Miliar

3 Januari 2025 - 11:03 WIB

Pendapatan PBB-P2 Belum Maksimal, BPRD Lumajang Akan Grebeg Desa yang Capaiannya Rendah

2 Januari 2025 - 16:13 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, KAI Daop 9 Jember Operasikan Satu KA Tambahan

25 Desember 2024 - 13:27 WIB

Balos Tampilkan Karakteristik Batik Khas Lumajang

22 Desember 2024 - 15:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Gelora Merdeka Kraksaan Banjir

16 Desember 2024 - 18:19 WIB

Banjir Tahunan Resahkan Warga Pasuruan, Dewan Desak Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai

16 Desember 2024 - 13:20 WIB

Trending di Berita Pantura