Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Hukum & Kriminal · 7 Mar 2021 11:57 WIB

Marak Curanmor, Pembuat Kunci Duplikat Harus Bertanda Pengenal


					Marak Curanmor, Pembuat Kunci Duplikat Harus Bertanda Pengenal Perbesar

KRAKSAAN-PANTURA7.com, Maraknya pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) akhir-akhir ini disikapi para pembuat duplikat kunci. Terlebih, terjadinya kasus curanmor bisa membuat para ahli kunci menjadi sasaran polisi untuk melacak keberadaan para pelaku.

Hal ini disampaikan Abduh (53), tukang kunci (duplikat) di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, seringnya beredar postingan kehilangan sepeda motor belakangan ini sangat memprihatikan.

Sehingga, kata dia, untuk meminimalisir kasus pencurian tersebut, ia membuat kebijakan baru bagi siapa pun yang ingin menduplikat kuncinya. Bahkan, ia tidak segan mengusir orang tak dikenal jika tidak menuruti kebijakan di tokonya tersebut.

“Salah satunya, yang ingin menduplikat kunci atau membuat kunci cadangan ke saya harus membawa kunci yang asli, kalau tidak ya tinggal saya suruh cari ahli kunci lain selain saya meskipun orang itu memaksa,” kata Abduh, Minggu (7/3/2021).

Selain kebijakan itu, Abduh mengaku, tidak menerima pembuatan cadangan kunci melalui contoh saja. Seperti, hanya membawa fotokopi gambar kunci atau bekas kunci yang dikeringkan di sabun sebagai antisipasi maraknya pencurian.

“Banyak yang datang minta duplikat hanya bawa gambar, atau bawa sabun yang ada bekas tancapan kunci tapi saya tolak. Jika masih pelanggan tetap, saya persilakan tapi saya foto dulu orangnya dan tanda pengenalnya,” ungkap Abduh.

Abduh menanggapi, marakanya curanmor di wilayah Kecamatan Kraksaan khususnya salah satunya bisa dicegah untuk tidak memposting terlalu sering kendaraan di media sosial. Sebab, kata dia, pelaku bisa saja memantau targetnya melalui media.

“Kalau untuk kunci T yang biasanya sering digunakan, saya pribadi sama sekali tidak pernah menerima pesanan itu. Karena besi kunci T itu tidak sama dengan kunci biasanya dan menggunakannya juga harus terlatih dan kuat tenaga dan pembuatnya itu biasanya tukang pisau,” tutur Abduh. (*)


Editor : Ikhsan Mahmudi
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan

4 April 2025 - 13:57 WIB

Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku

3 April 2025 - 16:34 WIB

Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri

3 April 2025 - 12:53 WIB

Edi Buron Ganja Diduga Masih Berkeliaran di Lumajang

2 April 2025 - 15:41 WIB

Polres Pasuruan Kota Gerebek Penjual Miras di Panggungrejo

30 Maret 2025 - 19:43 WIB

Razia Malam di Kota Pasuruan, Puluhan Kendaraan Disita, Empat Remaja Positif Narkoba

30 Maret 2025 - 19:29 WIB

Terdakwa Pencurian Motor di Pasuruan Dibebaskan, Bisa Rayakan Lebaran Bersama Keluarga

27 Maret 2025 - 17:13 WIB

Jelang Lebaran, Kades di Jember jadi Korban Pemerasan Oknum LSM

27 Maret 2025 - 04:51 WIB

Seekor Kerbau di Lumajang Dicuri dan Dimutilasi

26 Maret 2025 - 17:06 WIB

Trending di Hukum & Kriminal