Menu

Mode Gelap
Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1)

Berita Pantura · 9 Mar 2021 11:56 WIB

Pedagang Buah Nikmati Berkah Isra’ Mi’raj


					Pedagang Buah Nikmati Berkah Isra’ Mi’raj Perbesar

KRAKSAAN-PANTURA7.com, Momentum peringatan Isra’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW membawa berkah bagi pedagang buah. Meskipun masa pandemi Covid-19, namun dagangan buahnya tetap diburu warga untuk merayakan momen bersejarah dalam agama Islam itu.

Hal ini disampaikan, Ahmad Bakri, Pedagang Kaki Lima (PKL) di jalur pantura, Kabupaten Probolinggo. Dikatakan warga mulai memborong buah sejak dua hari terakhir. Tak tanggung-tanggung, buah yang dalam sehari biasa laku maksimal 3 kilogram, kini berlipat-lipat.

“Alhamdulillah, di balik pandemi ini masih ada berkahnya. Kalau sehari-hari biasanya maksimal itu 3 kilo dan sejak dua hari lalu bisa 7 sampai 10 kilogram, dan salah satu buah paling diburu itu jeruk,” kata Bakri, Selasa (9/3/2021).

Selain buah jeruk, lanjut Bakri, beberapa buah yang laris diburu warga yaitu apel, jambu air serta rambutan. Lebih lagi, harganya juga tidak terlalu mahal. Apel dan jambu air setengah kilogram Rp15 ribu, dan rambutan per kilogram Rp20 ribu.

“Kalau jeruk sama dengan rambutan, per kilogramnya Rp20 ribu, rata-rata sih segitu harganya. Hari ini saja dagangan saya untuk jeruk sudah habis 8 kilogram kalau tidak ada momen besar seperti isra’ mi’raj itu biasanya tidak sampai dua kilogram,” tuturnya.

Terpisah, Sinta Nuriyah, pemburu buah asal Desa Sumur Dalam, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo mengatakan, buah-buahan memang menjadi menu wajib untuk menghiasi peringatan isra’ mi’raj setiap tahunnya.

“Biasanya ibu-ibu pastinya nyari yang murah-murah, dan kebetulan sekarang yang lumayan murah itu rambutan dan jeruk. Jadi selametan atau perayaan meskipun digelar sederhana tapi tetap menggunakan buah,” ungkap Sinta usai membeli buah. (*)


Editor : Ikhsan Mahmudi
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Penemuan Ribuan Koin Kuno di Pasuruan Segera Diteliti

28 Januari 2025 - 16:44 WIB

Target PAD Lumajang Melalui Pajak Sebesar Rp170 Miliar

3 Januari 2025 - 11:03 WIB

Pendapatan PBB-P2 Belum Maksimal, BPRD Lumajang Akan Grebeg Desa yang Capaiannya Rendah

2 Januari 2025 - 16:13 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, KAI Daop 9 Jember Operasikan Satu KA Tambahan

25 Desember 2024 - 13:27 WIB

Balos Tampilkan Karakteristik Batik Khas Lumajang

22 Desember 2024 - 15:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Gelora Merdeka Kraksaan Banjir

16 Desember 2024 - 18:19 WIB

Banjir Tahunan Resahkan Warga Pasuruan, Dewan Desak Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai

16 Desember 2024 - 13:20 WIB

Trending di Berita Pantura