Menu

Mode Gelap
Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup

Ekonomi · 14 Mar 2021 12:17 WIB

Harga Sapi Mulai Meroket, Stok Masih Aman.


					Harga Sapi Mulai Meroket, Stok Masih Aman. Perbesar

KRAKSAAN-PANTURA7.com, Sebulan menjelang bulan ramadhan, permintaan dan harga sapi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo merangkak naik. Meski demikian, pasokan daging sapi diprediksi tetap tersedia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Probolinggo, Yahyadi mengatakan, kebutuhan dan harga sapi potong sejauh ini memang mengalami tren kenaikan. Tidak hanya di Kabupaten Probolinggo, melainkan juga terjadi di wilayah lain.

“Aman-aman saja, tidak hanya sapi saja, dagingnya pun juga aman dan tidak terpengaruhi harganya. Bulan puasa, Idul Fitri dan Idul Adha, itu tetap aman kebutuhannya,” kata Yahyadi saat dikonfirmasi via jaringan selular, Minggu (14/3/21).

Tingginya kebutuhan sapi potong di Kabupaten Probolinggo, menurutnya, tidak akan mengikis stok sapi hingga masuk kategori langka. Sebab, dijelaskan Yahyadi, stok sapi di wilayah lain masih melimpah.

Dengan begitu, sambungnya, bisa dilakukan akses penjualan silang dengan mendatangkan sapi dari daerah lain, sehingga permintaan sapi tetap terpenuhi.

“Misalnya jika kebutuhan sapi mulai kurang, pasti nanti akan ada sapi kiriman dari Madura atau daerah lainnya. Agar kebutuhan warga tetap terpenuhi dan stok juga tetap aman,” ungkap dia.

Sejauh ini, imbuh Yahyadi, sapi-sapi belia sudah mulai masuk ke Kabupaten Probolinggo sebagai persediaan hari raya Idul Adha sebagai hewan kurban. Sapi-sapi itu, biasanya digemukkan dulu sebelum dijual ke pasaran.

“Jika kondisi sapi bagus, sehat dan gemuk otomatis harga juga bakal melambung dan tentunya jika harga sudah naik maka akan menguntungkan peternak,” tutur Yahyadi.

Sekedar informasi, saat ini, harga sapi lokal jantan berusia 2,5 tahun dibanderol Rp13 juta hingga Rp15 juta. Padahal sebelumnya, harga jualnya Rp10 juta.

Adapun sapi betina dengan usia sama, dijual dengan harga harga Rp10 juta hingga Rp12 juta, naik Rp 2 juta dari harga lama, yakni Rp8 juta per ekor.

Sedangkan sapi jenis limousin naik harga hingga Rp4 juta per ekor. Harga sapi jenis limousin ataupun brangos, kini berkisar antara Rp30 juta hingga Rp40 juta per ekor. (*)


Editor : Efendi Muhamad
Publish : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi