Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Ekonomi · 16 Mar 2021 11:32 WIB

Harga Cabai Tembus Rp120 Ribu, Konsumen Meradang


					Harga Cabai Tembus Rp120 Ribu, Konsumen Meradang Perbesar

KRAKSAAN-PANTURA7.com, Semakin pedasnya harga cabai rawit membuat konsumen di kalangan pengusaha kuliner di sekitar Kota Kraksaan harus memutar otak. Terutama, bagi mereka yang produk olahannya banyak menggunakan cabai sebagai bumbu utama.

Suratmi (56) pemilik warung ayam geprek di Kelurahan, Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo merasakan dampak harga cabai yang masih melambung tinggi. Ia harus tetap berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Aduh, mahal sekarang. Apalagi jualan ayam geprek bumbu yang paling utama itu memang cabai, Biasanya dulu cuma Rp20 ribu sekarang malah tembus Rp 120 ribu perkilo, padahal kemarin masih Rp100 ribu,” kata Suratmi, Selasa (16/3/2021).

Akibat meroketnya harga cabai, ia harus terpaksa mengurangi volume pembelian cabai sejak harganya melambung. Hal tersebut, agar ia tidak merugi terlalu banyak.

“Biasanya beli satu kilo setengah setiap harinya, tapi saat ini atau sejak beberapa hari terakhir, kalau beli cabai rawit di pasar hanya setengah kilo saja. Tapi risikonya, untuk memenuhi level kepedasannya jadi tidak maksimal,” katanya.

Terpisah, Kabid Perdagangan, Disperindag Kabupaten Probolinggo, Endang mengatakan, sudah berkondinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) terkait melambungnya harga cabai dan minimnya stok cabai di wilayah setempat.

“Untuk mensiasati kebutuhan cabai pada pelaku usaha untuk sementara bisa menggunakan cabai kemasan yang dijual di supermarket atau toko lainnya. Karena harganya cabai itu cukup murah dibandingkan harga cabai rawit,” tutur Endang.


Editor : Ikhsan Mahmudi
Publisher :A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi