Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Pemerintahan · 20 Mar 2021 11:26 WIB

Pemerintah Impor Beras, Pemuda Tani Indonesia Jatim; Menyakiti Petani


					Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Jatim, Durrul Izza Al-fatawi (tengah) saat panen raya jagung beberapa waktu lalu. (foto: Izza for P7.com) Perbesar

Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Jatim, Durrul Izza Al-fatawi (tengah) saat panen raya jagung beberapa waktu lalu. (foto: Izza for P7.com)

PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan memutuskan untuk melakukan impor beras sebanyak 1 juta ton. Beras yang akan diimpor dari Vietnam dan Thailand itu, diperkirakan datang akhir Maret ini.

Menyikapi hal itu, Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Jawa Timur, Durrul Izza Al-fatawi menyebut kebijakan impor beras sangat tidak tepat. Sebab saat ini, menurut Izza, petani sedang siap-siap panen raya.

“Kalaupun pemerintah tidak bisa hadir dalam menjaga kedaulatan petani, minimal tidak meyakiti petani dengan impor beras 1 juta ton, lebih-lebih pada kondisi panen raya,” terang Izza via jaringan seluler, Sabtu (20/3/21)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 Maret 2021, sambungnya, potensi produksi beras pada Januari-April 2021 sekitar 14, 54 juta ton. Jumlah itu naik 3,08 juta ton (26,89%) jika dibandingkan Januari-April 2020.

“Jadi konsumsi Januari-April 2021 yakni 9,72 jt ton sehingga potensi surplus 4,81 juta ton,” ia menegaskan.

Selain itu, papar Izza, kebijakan itu bakal menghancurkan harga gabah di lapangan. Saat ini saja, harga gabah di Tuba Rp 3300 per kilogram (Kg), Rp 3,400-3.500/Kg di Ngajuk dan di Probolinggo Rp 3.300-3.400/Kg.

“Padahal harga patokan pemerintah Rp 4.200/Kg. Serap gabah adalah kebijakan yang harus dilakukan dalam kondisi seperti ini, bukan impor beras,” kecam Izza.

Seharusnya, dikatakan Izza, pemerintah melihat dari semua sektor sebelum keijakan impor beras diputusan. Ketika beras menjadi makanan pokok, jelasnya, maka pemerintah harus menjaga stabilitas dengan medorong dan menjaga petani tetap istiqomah.

“Jangan sampai petani putus asa dengan tidak menanam (padi). Dampaknya terhadap ketahanan, kemadirian serta kedaulatan pangan nasional,” tutur inisiator Ngaji Tani Nusantara ini.

Sementara itu, Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi menjamin kebijakan impor beras tidak akan menghancurkan petani nasional. Sebab, keran impor baru dibuka saat cadangan beras pemerintah (CBP) di Perum Bulog menipis dan tidak saat panen raya.

“Saya jamin tidak ada impor beras ketika panen raya, dan hari ini tidak ada beras impor yang menghancurkan petani, karena memang belum ada impor,” jelas Lutfi seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Lutfi mengklaim izin impor sengaja dikeluarkan untuk berjaga-jaga lantaran stok beras di Bulog mulai menipis. “Bulog itu stoknya seperti bisa dihitung hanya mungkin tidak capai 500 ribu,” tandasnya. (*)


Editor : Efendi Muhamad

Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Hujan Lebat, Bupati Probolinggo Gus Haris Sidak Kios untuk Atasi Persoalan Pupuk

10 Maret 2025 - 18:37 WIB

DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Sertijab Bupati dan Wakil Bupati

7 Maret 2025 - 16:38 WIB

Trending di Pemerintahan