Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Ekonomi · 22 Mar 2021 19:28 WIB

Petani Probolinggo Tolak Impor Beras


					Petani Probolinggo Tolak Impor Beras Perbesar

DRINGU,- Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) memutuskan mengimpor beras sejumlah 1 juta ton dari Thailand dan Vietnam. Beras impor itu dijadwalkan tiba di Indonesia akhir Maret 2021 ini.

Menyikapi hal itu, sejumlah petani di Kabupaten Probolinggo gusar. Para petani menilai, beras hasil panen petani lokal sejauh ini cukup melimpah dan mampu mencukupi kebutuhan beras nasional.

Salah satu petani yang menolak impor beras adalah Kusnadi, petani sekaligus pedagang gabah di Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Menurutnya, kebijakan pemerinta untuk mengimpor beras sangat tidak tepat. Ia mencontohkan, di Kabupaten Probolinggo saja stok gabah cukup melimpah, khususnya bulan ini yang telah memasuki musim panen.

“Saat ini harga gabah di tingkat petani Rp 3 ribu hingga Rp 3,5 ribu per kilogram. Saat ini banyak petani yang panen sehingga gabah melimpah,” kata Kusnadi, Senin (22/3/2021).

Hal senada disampaikan Gunawi, petani asal Desa Blado Kulon, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Ia memprediksi harga beras akan hancur jika kebijakan impor beras tetap dilakukan.

“Tak hanya di kabupaten Probolinggo, di daerah lain padi hasil petani melimpah, khususnya bulan Maret dimana di daerah mulai panen raya. Jika impor beras tetap dilakukan, ya sama saja dengan membunuh petani,” kecamnya.

Ia meminta, pemerintah membatalkan impor beras dan memprioritaskan produksi pangan lokal. “Sejumlah daerah di Indonesia, masih menjadi lumbung padi yang dapat mencukupi kebutuhan beras nasional,” serunya. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : Albafillah


 

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Trending di Ekonomi