Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Pemerintahan · 2 Mei 2021 16:32 WIB

Pilkades, Diduga Ada Cakades Sebarkan Uang Rp500 Ribu tapi Kalah


					Pilkades, Diduga Ada Cakades Sebarkan Uang Rp500 Ribu tapi Kalah Perbesar

BESUK,- Politik uang (money politics) sudah tidak asing lagi di Kabupaten Probolinggo. Bahkan, money politics dinilai sudah mengakar atau membudaya di berbagai kalangan, terlebih di setiap perhelatan pemilihan kepala desa (pilkades).

Termasuk saat pilkades di sebuah desa di Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. PANTURA7.com menduga ada praktik politik uang saat serangan fajar. Tak tanggung-tanggung, per kepala sampai menerima Rp500 ribu.

Namun sayangnya, tebar uang berujung sia-sia. Sebab, masyarakat lebih percaya dan memilih calon lain meskipun juga melakukan praktik money politics.

“Ada yang sampai Rp500 ribu dan tetap kalah. Kalau calon yang lainnya ada yang ngasih uang Rp100 ribu sama sarung ada juga uang Rp250 ribu sama beras 25 kilogram,” ungkap salah seorang narasumber yang namanya enggan disebut.

Terpisah, menanggapi hal ini, Koordinator Satuan Tugas Pengamanan Pilkades Serentak Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto mengatakan, praktik money politics sudah bukan hal baru bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo.

“Hal itu sudah menjadi budaya. Kalau dari kami terutama Ibu Bupati dan panitia pilkades di kabupaten memang berharap tidak ada money politics. Tapi itu tidak bisa, karena kalau ada calon pelit ya tidak bakal dipilih,” tutur Ugas saat dikonfirmasi.

Akan tetapi, jika ada cakades menyebar uang hingga Rp500 ribu tapi masih belum dipilih oleh masyarakat. Ugas memastikan, selain cakades tersebut tidak dikehendaki masyarakat juga memang bukan nasibnya menduduki kursi kepala desa.

“Kalau ada yang seperti itu, berarti jadi rezekinya yang menerima dan apesnya yang memberi, jadi mau gimana lagi selain harus diikhlaskan. Karena kalau sudah begitu sedekahnya belum diterima,” tutur pria yang juga Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo ini.

Diketahui sebelumnya, di Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo terdapat dua desa yang menggelar pilkades serentak. Yaitu, Besuk Kidul dengan tiga cakades dan Sindetanyar, dengan dua cakades yang tak lain adalah pasangan suami istri (pasutri). (*)

 

Editor : Ikhsan Mahmudi

Publisher : A. Zainullah FT

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Hujan Lebat, Bupati Probolinggo Gus Haris Sidak Kios untuk Atasi Persoalan Pupuk

10 Maret 2025 - 18:37 WIB

DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Sertijab Bupati dan Wakil Bupati

7 Maret 2025 - 16:38 WIB

Trending di Pemerintahan