KRAKSAAN,- Memasuki musim kemarau, para petani garam di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo mulai kembali melakukan pengkristalan garam. Sebelumnya, pada musim hujan lalu, para petani setempat harus mengulak garam ke Madura demi memenuhi kebutuhan pasar.
Suparyono salah seorang petani di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo mengatakan, dirinya sudah mulai memproses pengkristalan garam sejak sepekan terakhir. Sebab, kondisi cuaca sudah mendukung untuk memulai kembali pengkristalan.
“Kalau awal Ramadan itu hujan maih ada, baru pada pertengahan kami mulai mempersiapkan meja kristal sebelum akhirnya kami mulai pengkristalan pada akhir-akhir ini,” kata Suparyono, Selasa (18/5/2021).
Pada awal kemarau ini, lanjut Suparyono, dirinya sengaja hanya menggunakan tiga meja kristal untuk melakukan produksi. Sebab, ia mengkhawatirkan masih akan ada lagi hujan yang turun, sehingga kondisi garam tetap terjaga.
“Biasanya untuk awal tidak terlalu banyak. Baru kalau yang ini sukses, nanti produksi akan ditingkatkan. Ya untuk awalan harus memang menggunakan meja kristal, antisipasi kerugiannya tidak terlalu banyak nantinya,” terang Suparyono.
Dengan kondisi ini, sambung dia, proses pemenuhan garam di pasaran tidak perlu lagi dengan kulak ke Madura. Terlebih jika kondisi cuaca tidak lagi mengalami perubahan. Meski begitu, ia tetap akan melakukan perbaikan tanggul tambak.
“Lebih ditinggikan sebab pada pertengahan tahun nanti atau sekitar bulan Juni, biasanya akan terjadi banjir rob yang melanda daerah tambaknya. Kalau sudah tidak hujan ya banjir rob menjadi kendalanya, sehingga tanggul sedikit ditinggikan,” katanya.(*)
Editor : Ikhsan Mahmudi
Publisher : Albafillah