Menu

Mode Gelap
Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri Cegah Curanmor dan Curwan, Bupati Lumajang Akan Pasang PJU di Wilayah Utara

Kesehatan · 9 Jul 2021 09:50 WIB

Sepekan PPKM Darurat, Wali Kota Masih Temukan Pelanggar


					Sepekan PPKM Darurat, Wali Kota Masih Temukan Pelanggar Perbesar

PROBOLINGGO,- Sepekan pasca Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, kepatuhan masyarakat belum sepenuhnya terbentuk. Di Kota Probolinggo misalnya, sejumlah warga terlihat masih berkerumun diatas jam 20.00 WIB.

Hal itu diketahui kala Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, bersama kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat, memantau penerapan PPKM Darurat di sejumlah ruas jalan protokol, Kamis (8/08/21) malam.

Awalnya, saat meninjau pos penutupan ruas jalan di Jl. Panglima Sudirman atau di depan Makodim 0820 Probolinggo, Wali Kota dan rombongan tidak menemukan pelanggaran atau warga yang terlihat berkerumun.

Namun saat melintas di Jl. dr Sutomo, orang nomor satu di Kota Probolinggo itu mendapati 2 toko handphone (HP) yang karyawannya berjubel di depan toko. Selain itu, toko masih dalam keadaan buka.

Saat dihampiri dan ditanya oleh Wali Kota, para karyawan toko itu beralasan terpaksa berkerumun karena sedang antri jadwal absensi. Wali Kota pun menegur dan meminta mereka segera pulang.

“Setelah kita tegur, para karyawan berjanji jika sudah waktunya pulang, mereka tidak akan berkerumun lagi di depan toko,” terang Wali Kota.

Meski masih ditemukan pelanggar, namun menurut Wali Kota, PPKM Darurat yang dilakukan di Kota Probolinggo secara umum sudah berjalan dengan baik, karena warga perlahan mulai mematuhi aturan tersebut.

“Kepada para pelanggar, kita tekankan sosialisasi dan edukasi, sehingga dalam PPKM Darurat ini sama-sama mentaati himbauan dari pemerintah,” ujarnya.

Dari pusat pertokoan itu, Wali Kota dan rombongan lantas bergeser ke Rusunawa Mayangan, untuk meninjau dua tenda darurat yang dipasang bagi pasien Covid-19 kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Pasien OTG Covid-19 akan dikarantina di tenda darurat karena tempat karantina di Kota Probolinggo untuk pasien Covid-19 sudah penuh,” tuturnya menjelaskan tujuan pemasangan tenda darurat.

Dikatakannya, ada total 4 tenda darurat yang nantinya akan dipasang di halaman Rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa) Mayangan dengan kapasitas 1 tenda berisi 50 hingga 100 pasien.

“Kita semua tidak berharap tenda-tenda ini terisi oleh pasien yang terpapar Covid-19 kategori 9 OTG. Maka dari itu tetap patuhi protokol kesehatan aturan PPKM Darurat,” wanti politisi PKB ini.

Diketahui, PPKM Darurat diberlakukan di Pulau Jawa dan Bali, sejak tanggal 3 hingga 20 Juli 2021. Aturan itu diterapkan guna mencegah penyebaran virus korona. (*)

 

Editor: Efendi Muhammad

Publisher: A. Zainullah FT

 

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Jaga Tubuh Tetap Bugar, ini Tips Memilih Makanan saat Lebaran

30 Maret 2025 - 14:35 WIB

Tips Sehat Selama Ramadan, ini Cara Menjaga Pola Makan saat Buka Puasa

15 Maret 2025 - 07:23 WIB

Yukh, Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh saat Berpuasa, ini Tipsnya

10 Maret 2025 - 12:05 WIB

Penting! Hindari 7 Makanan dan Minuman ini Agar Tubuhmu Tetap Sehat Selama Berpuasa

9 Maret 2025 - 12:12 WIB

Waspada! Satu Orang Warga Probolinggo Meninggal Dunia Akibat DBD

7 Maret 2025 - 17:55 WIB

Tips Berpuasa di Bulan Ramadhan: Makanan, Olahraga, dan Waktu Tidur yang Tepat

3 Maret 2025 - 08:52 WIB

Program Persalinan Gratis Mulai Dapat Diakses Masyarakat Lumajang

27 Februari 2025 - 18:15 WIB

Terjangkit TBC, 130 Orang di Lumajang Meninggal

25 Februari 2025 - 15:44 WIB

Pelayanan Dikeluhkan Keluarga Pasien, ini Penjelasan RSUD Waluyo Jati Kraksaan

24 Februari 2025 - 18:21 WIB

Trending di Kesehatan