Menu

Mode Gelap
Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri Cegah Curanmor dan Curwan, Bupati Lumajang Akan Pasang PJU di Wilayah Utara

Pemerintahan · 14 Jul 2021 16:55 WIB

7 Jalan di Kraksaan Ditutup, Abang Becak dan Pedagang Meradang


					7 Jalan di Kraksaan Ditutup, Abang Becak dan Pedagang Meradang Perbesar

KRAKSAAN, Dinilai mobilitas masyarakat masih tinggi selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat langsung disikapi Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo. Caranya dengan menutup tujuh jalan protokol di Kecamatan Kraksaan.

Ketujuh ruas jalan itu di antaranya, Jalan Djuanda, Kelurahan Patokan, lalu Jalan dr. Mohamad Saleh, jalan menuju Taman Sumberlele (SL) Park. Sementara lima jalan lainnya sudah ditutup sebelumnya, salah satunya jalan di Alun-alun Kota Kraksaan, dan pertigaan Gedung Sasana Krida.

Plt Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo, Tatok Krismarhento mengatakan, alasan penutupan ini karena mobilitas masyarakat saat PPKM Darurat dinilai masih tinggi. Salah satunya, banyak djumpai warga keluar rumah tanpa ada keperluan yang jelas.

“Jika ada keperluan pergi ke warung, silakan tidak ada larangan tapi aturannya tetap harus dibungkus. Sehingga alternatif mencegah mobilitas warga dengan menutup sementara jalan-jalan tertentu,” kata Totok, Rabu (14/7/2021).

Penutupan jalan ini, tentunya banyak keluhan dari warga, terlebih warga yang memang sumber penghasilannya dari sekitar jalan tersebut. Salah satunya dikeluhkan oleh Murtadho, penjual kopi di timur Alun-alun Kota Kraksaan yang saat ini terpaksa harus tutup.

“Sebelum berpikir untuk menutup jalan, seharusnya dikaji dulu lah, pikirkan kami yang saat ini penghasilan dari penjualan saja tidak seberapa ditambah lagi menutup jalan yang terpaksa harus tutup toko juga. Mau cari di mana lagi uang,” keluhnya.

Hal senada juga disampaikan Zaenal, tukang becak yang mangkal di pertigaan Jalan Djuanda tidak bisa menutupi kekecewaannya. Menurutnya, sejak PPKM ini saja, tiap harinya ia hanya mampu memuat satu orang, dengan ongkos Rp5 ribu rupiah setiap harinya.

“Kalau sudah ditutup, bagaimana akan mendapatkan penumpang. Sedangkan pekerjaan satu-satunya adalah tukang becak, mau makan apa nanti saya ini. Tidak usah ditutup diberlakukan ini saja (PPKM Darurat) sudah jarang dapat penumpang kok malah makin ditutup,” curhatnya. (*)

Editor : Ikhsan Mahmudi
Publisher : Albafillah

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Hujan Lebat, Bupati Probolinggo Gus Haris Sidak Kios untuk Atasi Persoalan Pupuk

10 Maret 2025 - 18:37 WIB

DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Sertijab Bupati dan Wakil Bupati

7 Maret 2025 - 16:38 WIB

Trending di Pemerintahan