Menu

Mode Gelap
Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember

Pemerintahan · 19 Jul 2021 18:36 WIB

Satgas Ingatkan Tidak Takbir Keliling dan Salat Ied


					Satgas Ingatkan Tidak Takbir Keliling dan Salat Ied Perbesar

KRAKSAAN,- Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Covid-19 Kabupaten Probolinggo mengingatkan agar masyarakat tetap tidak memandang remeh aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Satgas pun melarang warga tidak mengadakan takbiran keliling. Warga juga diingatkan agar tidak bersikukuh melaksanakan salat Idul Adha baik di masjid maupun di musala. Sebab, jika terpantau maka satgas tidak segan-segan untuk mengambil dan memberi tindakan tegas.

Koordinator Penegakan Hukum (Gakkum) Satgas Percepatan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan satgas kecamatan dan pemerintah desa untuk melakukan pemantauan.

“Terutama takbir keliling, jika didapati ada gelaran takbir keliling maka tidak ada toleransi tetap akan dibubarkan dan langsung akan kami cek kesehatannya. Karena kami juga tidak ingin ada klaster baru di momentum besar,” kata Ugas, Senin (20/7/2021).

Selain itu, lanjut Ugas, perihal salat idul adha, pihaknya optimistis untuk masjid besar di Kabupaten Probolinggo dipastikan tak menggelar. Hanya saja, menurut dia, Pekerjaan Rumah (PR) satgas ada pada musala di desa terpencil dan pegunungan.

“Karena karakter mereka berbeda, oke kita bisa sosialisasi terkait aturan PPKM Darurat ini kepada takmir ataupun tokoh masyarakat, tapi berbeda dengan warganya. Oleh karena itu, kami minta pantauan ketat dari satgas kecamatan,” tutur Ugas.

Menurut Ugas, sosialisasi maksimal agar warga tidak melaksanakan salat Idul Adha sudah rutin. Tidak menutup kemungkinan, seluruh desa akan mentaati hal itu, sehingga iapun mengingatkan lagi bahayanya wabah saat ini.

“Ingat, ratusan orang masih diisolasi saat ini, sekitar 700 lebih. Jika nantinya ada pelaksanaan salat Idul Adha tidak mungkin kami bubarkan, tapi jika satgas meminta swab atau sebagainya dimohon untuk berkenan dan menerima segala hasilnya,” ujarnya. (*)

Editor : Ikhsan Mahmudi
Publisher : Albafillah

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Hujan Lebat, Bupati Probolinggo Gus Haris Sidak Kios untuk Atasi Persoalan Pupuk

10 Maret 2025 - 18:37 WIB

DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Sertijab Bupati dan Wakil Bupati

7 Maret 2025 - 16:38 WIB

Trending di Pemerintahan