Menu

Mode Gelap
Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri Cegah Curanmor dan Curwan, Bupati Lumajang Akan Pasang PJU di Wilayah Utara

Ekonomi · 14 Agu 2021 20:44 WIB

Berkah Pandemi, Parda Pizza Diburu Pelanggan


					Berkah Pandemi, Parda Pizza Diburu Pelanggan Perbesar

WONOASIH,- Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2 tahun ini, membuat lintas kehidupan masyarakat terdampak. Namun tak banyak orang yang mampu bangkit ditengah keterpurukan, lebih-lebih menjadikan pandemi Covid-19 sebagai peluang bisnis baru.

Cintia Arisanti (41) merupakan salah satu orang yang mampu bangkit dan mengubah pandemi Covid-19 menjadi berkah. Wanita yang tinggal di Perum Griya Pakistaji, RT 4, RW 7, Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo ini memanfaatkan waktu luang di rumah untuk memproduksi pizza.

Menurut Cintia, produksi pizza yang ia labeli ‘Parda Pizza’ itu dimulai sejak Mei 2021 lalu. Ia yang awalnya mengadu nasib dengan menjadi perantauan di Bali, gagal kembali ke pulau dewata seiring pandemi Covid-19.

Kebetulan saat bekerja di Bali, ia sempat belajar membuat pizza. Ia lantas mencoba membuat makanan khas Italia itu untuk memanfaatkan waktunya yang banyak longgar selama berada di rumah.

“Ada enam toping pizza yang kita jual. Mulai dari rasa sosis, sosis mozarela, daging ayam, daging sapu, tuna jamur, hingga toping baru banana coco. Pizza toping tersebut kita jual dengan harga mulai Rp30 hingga Rp70 ribu,” ujar Cintia, Sabtu (14/8/21).

Cintia tak sendiri. Dalam membuat dan memasarkan pizza racikannya, ia dibantu anak pertamanya, Erda Rahmitasari (22). Pemasaran pizza karya ibu dengan dua anak itu, banyak dilakukan melalui media sosial (medsos).

“Melalui promosi di media sosial itulah, pizza yang memiliki berbagai macam toping ini mulai diketahui banyak orang. Sehingga dalam sehari, kami dapat membuat 5 hingga 10 pizza pesanan pelanggan,” ia menambahkan.

Karena masih 3 bulan menggeluti produksi pizza ini, ada beberapa kendala dalam yang ditemui Cintia. Salah satu kendalanya yakni soal bahan baku yang harus dibeli secara online, yang membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan secara online.

“Karena masih tiga bulan, pembeli pizza ini masih dari wilayah Kota Probolinggo dan kabupaten Probolinggo saja,” ungkap Cintia.

Keunggulan pizza yang ia produksi, klaim Cintia, selain memiliki banyak toping, harganya juga cukup terjangkau. “Kita saat ini masih terus mengembangkan usaha ini. Baik dari segi promosi, rasa maupun pelayanan konsumen,” imbuhnya.

Salah satu pembeli pizza, Lukman Haris mengatakan, ia memang sering membeli pizza buatan Cintia. Selain deket dengan rumahnya dengan harga terjangkau, rasanya juga tak kalah dengan pizza bermerk.

“Tepung pizzanya tebal, toping sosis, dan mozarelannya cukup banyak. Jad makan satu potong pizza saja sudah puas dan kenyang,” ujar Lukman. (*)

Penulis: Hafiz Rozani
Editor: Efendi Muhammad
Publisher: A. Zainullah FT

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi