Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Berita Pantura · 23 Agu 2021 18:36 WIB

Tak Diawasi Aparat, Alun-alun Kraksaan Jadi Tempat Mesum


					Tak Diawasi Aparat, Alun-alun Kraksaan Jadi Tempat Mesum Perbesar

KRAKSAAN,- Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Probolinggo, Alun-alun Kota Kraksaan dilarang dikunjungi warga. Oleh karena itu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat menutup sementara sekeliling alun-alun.

Penutupan Alun-alun Kota Kraksaan, ternyata disalahgunakan sebagian remaja pada malam hari. Masyarakat pun mengeluhkan karena lun-alun seringkali dijadkan tempat mesum.

Hal ini disampaikan salah seorang warga berinisial MO. Dikatakan dampak penutupan sementara Alun-alun Kota Kraksaan akibat PPKM Darurat hingga Level 4, dimanfaatkan sebagian remaja berbuat mesum. Bahkan kerap dipergoki seseorang berbuat tak senonoh pada malam hari.

“Kalau ditutup seperti sekarang itu malah jadi tempat yang sangat strategis untuk dijadikan (Alun-alun Kota Kraksaan) sebagai tempat pacaran dan sebagainya jika malam hari. Apalagi dengan kondisi yang sekarang, sepi dan lampu dimatikan,” kata MO, Senin (23/8/2021).

Ditambah lagi, menurut dia, selama penutupan Alun-alun Kota Kraksaan, tidak ada pengawasan ketat dari pihak terkait untuk keamanannya. Sehingga dengan kondisi dan situasi yang sepi menjadikan seseorang berbuat tak senonoh dengan leluasa.

“Tidak tahu juga apakah ada petugas yang patroli atau berjaga setiap malamnya, tapi saya tidak pernah melihat ada petugas memantau jika malam hari. Kecuali siang harinya. Jadi pantas jika dijadikan tempat mesum,” tutur dia kepada PANTURA7.com.

Seperti dketahui, tiga taman utama di Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo yang paling sering dikunjungi warga ditutup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat sejak, Senin (5/7/2021). Tujuannya, agar tidak lagi didapati kerumunan massa.

Tiga taman itu, Alun-alun Kota Kraksaan, Taman Sumberlele (SL) Park di Desa Sumberlele, dan Taman Rondoninggo, Kelurahan Semampir. Penutupan dilakukan setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19. (*)

 

Editor : Ikhsan Mahmudi

Publisher : A. Zainullah FT

Artikel ini telah dibaca 99 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Penemuan Ribuan Koin Kuno di Pasuruan Segera Diteliti

28 Januari 2025 - 16:44 WIB

Target PAD Lumajang Melalui Pajak Sebesar Rp170 Miliar

3 Januari 2025 - 11:03 WIB

Pendapatan PBB-P2 Belum Maksimal, BPRD Lumajang Akan Grebeg Desa yang Capaiannya Rendah

2 Januari 2025 - 16:13 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, KAI Daop 9 Jember Operasikan Satu KA Tambahan

25 Desember 2024 - 13:27 WIB

Balos Tampilkan Karakteristik Batik Khas Lumajang

22 Desember 2024 - 15:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Gelora Merdeka Kraksaan Banjir

16 Desember 2024 - 18:19 WIB

Banjir Tahunan Resahkan Warga Pasuruan, Dewan Desak Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai

16 Desember 2024 - 13:20 WIB

Trending di Berita Pantura