Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Berita Pantura · 24 Agu 2021 15:37 WIB

Bawang Merah Diserang Ulat dan Virus, Petani Panen Dini


					Bawang Merah Diserang Ulat dan Virus, Petani Panen Dini Perbesar

DRINGU,- Sejumlah petani bawang merah di Kabupaten Probolinggo, pada musim panen kali ini nampaknya harus rela rugi. Pasalnya, banyak bawang merah terserang ulat dan virus sehingga pertumbuhan tanaman tidak maksimal.

Pantauan PANTURA7.com, kerusakan tanaman bawang merah bisa dilihat di Desa Tamansari, Kecamatan Dringu. Puluhan hektar tanaman bawang merah milik petani nampak menguning.

Daun bawang juga terlihat layu, tak sesegar biasanya. Padahal dengan usia tanaman yang masih menginjak dua bulanan, semestinya tanaman bawang merah petani segar dan hijau.

“Kami telah berupaya agar bawang merah tidak terserang ulat dan virus. Caranya, kami memasang jaring, namun tetap saja tanaman kami rusak,” kata petani bawang merah di Desa Tamansari, Abu Amar Akbar, Selasa (24/8/21021).

Menurut Abu Amar, ulat dan virus yang menyerang tanaman bawang merah petani terjadi sejak angin gending mulai melanda wilayah Kabupaten Probolinggo, beberepa pekan lalu.

“Karena terserang ulat dan virus, tanaman bawang merah tidak bisa tumbuh sempurna. Padahal usianya sudah dua bulan, dua minggu lagi sudah akan panen,” tuturnya.

Tidak ingin menderita banyak kerugian, sebagian petani dijelaskan Abu Amar, terpaksa panen dini. “Kami tidak punya pilihan lain selain panen lebih awal, tetapi ya harga jualnya lebih murah,” paparnya.

Keluhan serupa disampaikan petani asal Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu, Sumarlin. Menurutnya, rata-rata bawang merah petani di desanya terserang ulat dan virus, meski baru tanam.

Lantaran masih seumur jagung, bawang merah yang terserang ulat dan virus itu belum bisa dipanen lebih awal. Solusinya, petani melakukan penyemprotan pestisida lebih intens sehingga harus mengeluarkan biaya ekstra.

“Saya juga sudah pasang jarring, namun tetap tanaman bawang merah dimakan ulat dan kena virus. Tanaman bawang merah milik petani lain juga banyak yang rusak disni,” ujar Sumarlin. (*)

 

 

Editor: Efendi Muhamad

Publisher: A. Zainullah FT

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Penemuan Ribuan Koin Kuno di Pasuruan Segera Diteliti

28 Januari 2025 - 16:44 WIB

Target PAD Lumajang Melalui Pajak Sebesar Rp170 Miliar

3 Januari 2025 - 11:03 WIB

Pendapatan PBB-P2 Belum Maksimal, BPRD Lumajang Akan Grebeg Desa yang Capaiannya Rendah

2 Januari 2025 - 16:13 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, KAI Daop 9 Jember Operasikan Satu KA Tambahan

25 Desember 2024 - 13:27 WIB

Balos Tampilkan Karakteristik Batik Khas Lumajang

22 Desember 2024 - 15:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Gelora Merdeka Kraksaan Banjir

16 Desember 2024 - 18:19 WIB

Banjir Tahunan Resahkan Warga Pasuruan, Dewan Desak Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai

16 Desember 2024 - 13:20 WIB

Trending di Berita Pantura