Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Pemerintahan · 26 Agu 2021 18:06 WIB

Anggaran ‘Oleng’, Pemkab Pasuruan Tunda Pilkades


					Anggaran ‘Oleng’, Pemkab Pasuruan Tunda Pilkades Perbesar

PASURUAN,- Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun ini di Kabupaten Pasuruan resmi ditunda. Pilkades yang akan di ikuti oleh 55 desa itu, rencananya baru akan digelar tahun 2022.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya mengatakan, penundaan pilkades untuk menyikapi terbitnya surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri dan serta situasi di wilayah Kabupaten Pasuruan, maka pelaksanaan pilkades di Kabupaten Pasuruan akhirnya diputuskan ditunda.

Ia menambahkan, berdasarkan perkembangan selama masa PPKM Darurat hingga saat ini, pilkades dinilai rentan menjadi pemicu penyebaran Covid-19. Saat ini, Kbupaten Pasuruan berada di Level 3.

Dikhawatirkan, sebelum pelaksanaan terjadi kampanye dan penyampaian visi misi yang melibatkan banyak orang. Selain itu, biasanya masyarakat silaturahmi dengan calon kadesnya.

“Disanalah nanti rawan terjadi penularan Covid-19,” kata Anang, Kamis (26/8/21).

Berdasarkan arahan dari Tim Satgas Covid-19, 55 desa yang akan melangsungkan pilkades, sebaiknya masyarakatnya divaksinasi sampai 70 persen dari populasi di satu desa tersebut.

“Baru nanti masalah penularan bisa diminimalisir. Karena orang yang divaksin rata-rata gejalanya itu ringan,” imbuh Anang.

Menurut Anang, masih ada kesempatan hingga Maret 2021 bagi 55 desa pelaksana pilkades untuk menggelar vaksinasi massal. “Kalau semua itu sudah dilakukan, penularan bisa diminimalisir,” jelasnya.

Pertimbangan lainnya sehingga pilkades ditunda, karena pesta demokrasi tingkat desa itu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Sebab biaya pilkades tidak ditanggung oleh calon, melainkan oleh pemerintah daerah.

Sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan tengah ‘ngos-ngosan’ karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami penurunan. Banyak hotel, warung, restoran, tempat tempat wisata yang menjadi potensi penarikan pajak, terdampak Covid-19.

“Maka karena biaya ini cukup besar, vaksinasi juga harus disiapkan dan juga harus dilakukan,” Anang menegaskan.

Nantinya saat digelar, sistem pilkades ini tidak akan menggunakan cara lama. “Kalau dulu pelaksanaan pilkades itu dipusatkan di balai desa, kalau sekarang di tiap dusun,” pungkasnya. (*) 

 

 

Editor: Efendi Muhammad

Publisher: A. Zainullah FT

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Hujan Lebat, Bupati Probolinggo Gus Haris Sidak Kios untuk Atasi Persoalan Pupuk

10 Maret 2025 - 18:37 WIB

DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Sertijab Bupati dan Wakil Bupati

7 Maret 2025 - 16:38 WIB

Trending di Pemerintahan