Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Ekonomi · 26 Agu 2021 19:18 WIB

Harga Cabai Rawit Kian Anjlok, Kini Rp10 Ribu/Kg


					Harga Cabai Rawit Kian Anjlok, Kini Rp10 Ribu/Kg Perbesar

PROBOLINGGO,- Harga Cabai rawit di Kota Probolinggo kian murah. Setelah pekan lalu harga jualnya turun hingga kisaran Rp16 ribu per kilogram (Kg), kini harga komoditas dapur itu kembali turun.

Pantauan PANTURA7.com di Pasar Baru Kota Probolinggo, Kamis (26/8/21), harga cabai rawit kini hanya Rp10 ribu/Kg. Menurut pedagang, anjloknya harga cabai rawit dipicu oleh melimpahnya kiriman dari distributor atau petani.

“Karena stok melimpah, banyak pedagang yang menjual dengan murah. Namun demikian, pedagang tidak berani kulak cabai rawit dengan jumlah banyak, khawatir membusuk,” ujar pedagang cabai di Pasar Baru, Kholifah.

Turunnya harga cabai rawit juga diikuti komoditas lain. Diantaranya cabai kecil hijau yang saat ini harga jualnya kisaran Rp9 ribu/Kg. Padahal sebelumnya, harga cabai hijau Rp13 ribu/Kg.

Selanjutnya, bawang putih turun dari Rp23 ribu/Kg menjadi Rp22 ribu/Kg. Lalu tomat yang pekan lalu masih Rp20 ribu/Kg, kini hanya dijual seharga Rp12 ribu/Kg saja.

Anjloknya harga jual sejumlah komoditas dapur ini diduga terjadi lantaran petani sedang panen raya. Alhasil stok melimpah ruah sehingga mempengaruhi harga jual di pasaran.

“Alhamdulillah, turunnya harga komoditas ini juga dibarengi dengan minat konsumen yang lumayan tinggi. Berbanding terbalik saat harga cabai mahal, konsumennya sedikit,” imbuh Kholifah.

Pembeli cabai rawit, Yuliati mengatakan, ia cukup senang dengan turunnya harga sejumlah komoditas dapur, seperti cabai. Sebab amat membantu anggaran belanja, terutama bagi pelaku usaha kuliner.

“Harapan saya, harga komoditas dapur ini tidak kembali naik sehingga masyarakat, khususnya pelaku usaha kuliner tidak mengeluarkan biaya ekstra hanya untuk membeli cabai,” urai wanita asal Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Mayangan ini. (*)

 

 

Editor: Efendi Muhammad

Publisher: A. Zainullah FT

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi