Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Berita Pantura · 26 Agu 2021 17:29 WIB

‘Markas’ Anak Punk di Kolong Jembatan Kraksaan Dirazia


					‘Markas’ Anak Punk di Kolong Jembatan Kraksaan Dirazia Perbesar

KRAKSAAN,- Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kabupaten Probolinggo mengeberek beberapa titik yang diduga sebagai tempat tongkrongan dan tempat istirahatnya anak jalanan (anjal) atau biasa disebut dengan anak punk.

Terdapat tiga titik yang menjadi target razia aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) tersebut. Yakni, di Stadion Gelora Merdeka, traffic light Kelurahan Kraksaan Wetan, serta d kolong jembatan Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan.

Kasi Penyidikan dan Penindakan (Dikdak) Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Budi Utomo mengatakan, razia tersebut sebagai respon setelah pihaknya mendapatkan aduan masyarakat (dumas) yang resah karena kerapnya dijumpai gerombolan anjal.

“Kami razia di tempat yang biasa jadi tongkrongan mereka ketika bersantai menunggu kendaraan sambil lalu mengamen. Tapi setelah ke lokasi ada yang memberi informasi tempat peristirahatan mereka ketika malam hari,” kata Budi, Kamis (26/8/2021).

Setelah mendatangi lokasi, lanjut Budi, tepatnya di bawah jembatan Sidomukti, ternyata menang benar adanya. Di kolong jembatan, didapati beberapa sarana prasarana bekas dan lusuh.

“Tapi satu pun tidak kami dapati anak-anak punk. Di lokasi kami hanya dapati terpal, kasur bekas hingga pakaiannya mereka yang ditinggal. Di titik-titik lainnya juga tidak kami dapati satu pun anjal,” ungkap mantan PJ Kades Bucor Wetan, Kecamatan Pakuniran ini.

Tidak didapatinya anjal yang diamankan, sambung Budi, tidak menutup kemungkinan razia yang digelar sekitar pukul 11.00 WIB dengan melibatkan personel Satpol PP kecamatan itu bocor. Sehingga, para anjal lari sebelum petugas datang.

“Gak ada anjal tertangkap, mungkin gerakan kami sudah tercium sebelumnya atau memang sudah bocor sebelum petugas datang. Tapi kami sudah minta segera lapor jika didapati anjal yang meresahkan apalagi mengganggu pengguna jalan,” kata Budi. (*)

 

Editor : Ikhsan Mahmudi

Publisher : A. Zainullah FT

Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Penemuan Ribuan Koin Kuno di Pasuruan Segera Diteliti

28 Januari 2025 - 16:44 WIB

Target PAD Lumajang Melalui Pajak Sebesar Rp170 Miliar

3 Januari 2025 - 11:03 WIB

Pendapatan PBB-P2 Belum Maksimal, BPRD Lumajang Akan Grebeg Desa yang Capaiannya Rendah

2 Januari 2025 - 16:13 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, KAI Daop 9 Jember Operasikan Satu KA Tambahan

25 Desember 2024 - 13:27 WIB

Balos Tampilkan Karakteristik Batik Khas Lumajang

22 Desember 2024 - 15:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Gelora Merdeka Kraksaan Banjir

16 Desember 2024 - 18:19 WIB

Banjir Tahunan Resahkan Warga Pasuruan, Dewan Desak Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai

16 Desember 2024 - 13:20 WIB

Trending di Berita Pantura