Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Ekonomi · 18 Sep 2021 21:55 WIB

Pasokan Surplus, Harga Bawang Merah Anjlok


					Pasokan Surplus, Harga Bawang Merah Anjlok Perbesar

DRINGU,- Harga jual bawang merah di Kabupaten Probolinggo turun drastis. Diduga, merosotnya harga komoditas bumbu dapur itu tak lepas dari banyaknya petani yang mulai panen raya.

Kepala Pasar Bawang Dringu, Sutaman mengatakan, sejak petani bawang merah mulai panen, harga bawang merah di pasar bawang terus turun. Selisih harga lama dengan baru berkisar Rp5 hingga Rp7 ribu per kilogram (Kg).

Harga bawang merah ukuran besar hanya yang awalnya antara Rp18 hingga Rp20 ribu, kinia hanya Rp 13 ribu/Kg. Sementara bawang merah ukuran sedang Rp11 ribu dan ukuran kecil Rp5 ribu.

“Turunnya harga bawang merah ini mulai sejak tadi pagi. Kemarin, harga bawang merah ini masih selisih Rp2 ribu untuk masing-masing ukuran,” ujar Sutaman, Sabtu (18/9/21).

Selain petani bawang merah di daerah Kecamatan Dringu dan Paiton sedang panen raya, turunnya harga bawang merah menurut Sutaman, juga dipicu stok bawang merah yang masuk ke pasar bawang surplus.

“Hari ini saja ada 165 ton bawang yang masuk dan melimpahnya pasokan tidak barengi dengan banyaknya pembeli, sehingga harga bawang merah anjlok,” sebutnya.

Sutaman menjamin, anjloknya harga bawang merah bukan karena masuknya bawang merah dari daerah luar. Meskipun hal itu terjadi, ia mengklaim kualitas bawang merah lokal masih lebih baik dari bawang merah luar Kabupaten Probolinggo.

“Kualitas bawang merah petani yang masuk ke pasaran, khususnya Pasar Bawang Dringu, cukup bagus. Saya prediksi harga bawang merah saat ini bertahan hingga bulan November,” imbuh Sutaman. (*)

Editor: Efendi Muhammad
Publisher: Albafillah

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi