KRUCIL,- Bagi anda yang suka berjelajah ke wisata ekstrem, cobalah untuk menjajal flying fox yang berada di Bremi Eco Park, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Wahana ini merupakan flying fox terpanjang di Probolinggo.
Panjang flying fox di objek wisata yang berada di lereng pegunungan Argopuro ini memiliki panjang 150 meter dengan ketinggian kurang lebih 2.300 meter diatas permukaan laut (mdpl).
Diresmikan sejak 17 Februari 2021 lalu, wahana yang memacu adrenalin ini langsung memikat hati pengunjung. Apalagi, pengunjung cukup merogoh kocek Rp20 ribu per orang untuk terbang di flying fox Bremi Eco Park.
“Kalau libur akhir pekan, biasanya pengunjung yang naik flying fox antara 200 hingga 300 orang. Kalau hari-hari biasa, sekitar 100an orang,” kata salah seorang pemandu wahana flying fox Bremi Eco Park, Fegi Fathurrahman.
Selain menjadi favorit pengunjung kelompok dewasa, rupanya wahana yang ditempuh selama 20 hingga 26 detik itu, juga menjadi tantangan bagi anak-anak.
“Tetapi hanya anak-anak berusia lima tahun keatas yang boleh naik. Harga tiket dewasa dan anak-anak sama,” imbuh Fegi.

BREMI ECO PARK : Terlihat dua bocah saat menikmati Flying Fox di Wisata Bremi Eco Park, Kecamatan Krucil. Flying Fox di sana panjangnya hingga 150 meter dengan ketinggian 2.300 meter. (Foto : P7.com).
Dimasa pandemi ini, kebanyakan pengunjung berasal dari area lokal Probolinggo. “Banyak yang penasaran untuk terbang di flying fox terpanjang yang berada di Probolinggo ini,” pungkas Fegi.
Tak sedikit pengunjung yang merasa puas usai menikmati flying fox Bremi Eco Park. Selain murah meriah, tentunya karena juga bisa menikmati panorama alam eksotik.
“Disini sejuk, lereng-lereng pegunungan Argopuro juga kelihatan saat naik flying fox. Harga tiketnya juga terjangkau, jadi rekomended untuk wisata keluarga,” aku salah satu penikmat flying fox, Siti Sholeha.
Puas memacu adrenalin di wahana flying fox, pengunjung selanjutnya bisa bersantai ria di sejumlah wahana lain. Seperti sepeda air, taman anak hingga kebun buah.
Ditengah pandemi Covid-19, protokol kesehatan ketat tetap diterapkan. Di gerbang utama, terdapat handsanitizer dan wastafel untuk mencuci tangan.
Untuk masuk ke kawasan wisata Bremi Eco Park, pengunjung membayar parkir kendaraan sekaligus sebagai tiket masuk. Tarif parkir kendaraan roda 4 sebesar Rp 7 ribu, sedangkan kendaraan roda 2 Rp 3 ribu. (*)
Editor:Editor: Efendi Muhammad
Publisher: A. Zainullah FT