KRAKSAAN,- Proses pemasangan tiang untuk Penerangan Jalan Umum (PJU) di 22 titik di jalur Pantura Probolinggo-Situbondo di Kecamatan Kraksaan, terus diupayakan. Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) setempat mengambil langkah alternatif untuk penerangan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo Taufik Alami mengatakan, sementara waktu, untuk menghindari dan sebagai antisipasi adanya kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di jalur pantura, pihaknya menggunakan tiang bambu untuk penyangga lampu PJU.
“Pemasangan tiang bambu sebagai antisipasi sementara dari kami. Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, dan sampai kapan itu tergantung selesainya PJU yang baru ini, kalau selesai tiang bambu akan dicabut,” kata Taufik, Minggu (7/11/2021).
Untuk PJU baru ini, lanjut Taufi, nanti kabelnya akan terpisah dengan lampu taman yang ada di 22 median jalan. Bahkan, kini setiap median jalan ada meterannya sendiri. Hal ini untuk mempermudah pengecekannya jika ada gangguan terhadap PJU.
“Jadi gelapnya PJU di wilayah Kota Kraksaan selama ini bukan karena faktor pembiaran. Tetapi itu adalah proses perbaikan yang membutuhkan waktu yang lama. Oleh karenanya masyarakat kita imbau agar memberikan sumbangsih untuk melindungi aset yang ada,” ungkap Taufik.
Perbaikan PJU ini, sambung Taufik, selain untuk keindahan juga untuk keamanan. Diharapkan semua pihak bisa memberi pemahaman kepada masyarakat jika selama ini bukan dibiarkan gelap, tetapi itu adalah proses perbaikan membutuhkan waktu yang cukup panjang.
“Setelah turun ke lokasi dan melihat langsung proses pembenahannya, saya memastikan pelaksanaan pemasangan PJU di 22 titik ini sudah sesuai jadwal, proses pembenahan PJU sudah berlangsung dengan baik,” tutur mantan Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo ini. (*)
Editor : Ikhsan Mahmudi
Publisher : A. Zainullah FT