Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Pendidikan · 14 Des 2021 17:13 WIB

Kunjungi Pesantren Genggong, Konsulat Jepang Tawarkan Beasiswa


					Kunjungi Pesantren Genggong, Konsulat Jepang Tawarkan Beasiswa Perbesar

PAJARAKAN,- Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong, Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo menerima tamu dari Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang, Selasa (14/12/2021) siang. Kedatangan Konjen Jepang di Surabaya itu untuk bekerjasama peningkatan kualitas pendidikan para santri.

Tamu dari Konjen Jepang terdiri atas Consul General, Mr. Takeyama Kenechi, Vice Consul Bagian Informasi, Pendidikan Kebudayaan, Ms. Tsumura Moe dan asisten Consul, Mr. Muchamad Zinuri disambut Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Pesantren Genggong, KH. Moch. Hasan Mutawakkil Alallah.

Bertempat di kantor PIP PZH Genggong Pusat, Kiai Mutawakkil menyampaikan, jika hal tersebut diharapakan menjadikan tali persaudaraan antara Indonesia-Jepang semakin erat. Meskipun dalam sejarah, kedua negara ini memiliki kisah suram.

Bahkan kini, menurut Kiai Mutawakkil, ikatan persaudaraan antara Indonesia dan Jepang sangat kental. Sehingga, simbiosis mutualisme di dua negara sudah terjalin, tak sedikit warga Indonesia bekerja di Jepang dan begitu juga sebaliknya.

“Meskipun dalam sejarahnya kita tidak bisa melupakan sejarah antara dua negara ini yang memiliki masalalu yang semuanya tidak baik, tapi untuk saat ini, alhamdulilah jalinan persahabatan dua negara ini sangat-sangat erat sudah lebih dari 60 tahun kalau tidak salah,” kata Kiai Mutawakkil.

Bukti persahabatan 60 tahun itu, kata Kiai Mutawakkil berlandaskan kerjasama maupun pertukaran di berbagai bidang baik itu bidang politik, ekonomi, pendidikan dan kebudayaan antar dua negara. Tentunya, menurut dia, hal tersebut tidak bisa diselesaikan dalam sehari.

“Buktinya, kalau tidak salah sudah 11 ribu warga Jepang yang berada di Indonesia dengan segala macam profesi dan sebanyak 24 ribu warga kita dan bahkan kalau tidak salah ada 1.000 perusahaan Jepang yang sudah dioperasionalkan di negara kita yang juga membuka lapangan kerja,” ujar Kiai Mutawakkil.

Oleh karena itu, Kiai Mutawakkil juga berharap, dengan adanya kerjasama dan ikatan tersebut, dapat menambah dan meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga Pesantren Genggong. Sehingga para santri nantinya dapat lebih banyak menorehkan prestasi di kancah internasional.

“Sekarang terbukti beberapa santri sudah mulai menorehkan prestasi di berbagai ajang kompetisi tingkat Internasional. Semoga ke depan semakin bertambah lagi dengan kerjasama ini, di segala bidang, utamanya pendidikan dan ekonomi,” ucap Ketua Umum MUI Jatim ini.

Sementara itu, Consul General Mr. Takeyama Kenichi mengatakan, Jepang dan Indonesia sudah menjalin hubungan baik sangat lama, bahkan hubungan diplomatik itu sudah terjalin sekitar 63 tahun lamanya, terlebih kerja sama di bidang ekonomi, politik, dan pendidikan.

“Begitu juga dalam hal ekspor dan impor-nya. Ada 2.000 lebih perusahaan Jepang di Indonesia, 155 perusahaan Jepang di Jawa timur dan di Probolinggo dua perusahaan. Warga negara Jepang di Indonesia 2.0000 orang dan di Jawa Timur 700 orang,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Mr. Takeyama, kunjungan ke Pesantren Genggong untuk menyampaikan program Pemerintah Jepang yang akan memberi beasiswa di berbagai bidang. Baik itu bidang kesehatan, kesempatan bekerja sampai dengan pendidikan di Jepang.

“Maka dari itu, kunjungan kami menyampaikan beasiswa pemerintah jepang, kesehatan, kesempatan bekerja di jepang melalui skema pekerja dengan keterampilan spesifik, pendidikan baik dalam negeri maupun luar negeri dan dalam hal ekonomi dan budaya jepang,” tandasnya.

Pemerintah Jepang, menurut Mr. Takeyama, akan menerima 500 perawat maksimal untuk bekerja di Jepang. Program ini berjalan lebih 10 tahun dan untuk mengikuti harus mendaftar di Disnaker Indonesia, kemudian mengikuti training bahasa Jepang di Jakarta setengah tahun, ke Jepang training setengah tahun.

“Nantinya akan ditugasin rumah sakit atau panti jompo 3-4 tahun, bisa mengikuti ujian nasional, sama dengan ujian seperti orang Jepang, jika lulus bisa tinggal di Jepang selamanya bisa mengundang keluarga. Jika 3-4 tahun tidak lulus harus pulang ke Indonesia,” tutur dia. (*)


Editor : Ikhsan Mahmudi
Publisher : Albafillah

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris

4 April 2025 - 10:40 WIB

Bupati Lumajang Siapkan 6 Hektar Lahan untuk Lokasi Sekolah Rakyat

1 April 2025 - 18:23 WIB

Eks Kantor Pemkab Pasuruan Diusulkan Jadi Sekolah Rakyat

30 Maret 2025 - 15:43 WIB

Makan Bergizi Gratis Dimulai di Jember, Per Porsi Rp8 Ribu

18 Maret 2025 - 01:04 WIB

Pemkab Probolinggo Siapkan Sekolah Rakyat, Bupati Mulai Survei Sekolah dan Lahan

17 Maret 2025 - 12:05 WIB

Sebanyak 3.561 Pelajar Lumajang Putus Sekolah

11 Maret 2025 - 15:22 WIB

Pemkot Probolinggo Bakal Bangun SMPN 11, Siapkan Lahan di 3 Lokasi

6 Maret 2025 - 17:38 WIB

Sekolah Rakyat Dibuka Tahun Ini, Mensos Gus Ipul: Dimulai dari SMA

4 Maret 2025 - 18:28 WIB

Wabup Pasuruan Buka Segel, Siswa SDN Jeladri 1 Akhirnya Bisa Belajar di Sekolah

26 Februari 2025 - 15:53 WIB

Trending di Pendidikan