Menu

Mode Gelap
Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1)

Berita Pantura · 30 Des 2021 17:06 WIB

Nekat Konvoi di Malam Tahun Baru, Tilang Menanti


					Nekat Konvoi di Malam Tahun Baru, Tilang Menanti Perbesar

PROBOLINGGO,- Kepolisian Resort (Polres) Probolinggo mewanti-wanti agar pada malam pergantian tahun dari 2021 ke 2022, Sabtu (1/1/2022) tidak dirayakan dengan huru-hara ataupun menggelar kegiatan yang mendatangkan orang banyak sehingga didapati kerumunan massa.

Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, alangkah lebih baik untuk perayaan malam pergantian tahun baru dirayakan bersama dengan keluarga di rumah masing-masing dan terlebih tidak menimbulkan atau mengundang banyak orang.

Karena, kata Arsya, pihaknya juga melarang kegiatan konvoi atau arak-arakan, menutup lokasi alun-alun Kraksaan pada perayaan malam tahun baru. Hal tersebut, sebagai tindakan dan langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Probolinggo.

“Kami dari tiga pilar Kabupaten Probolinggo, terkait dengan perayaan tahun baru untuk alun-alun Kraksaan ditutup dan perayaan malam tahun baru ditiadakan. Tidak ada kegiatan perayaan tahun baru dan melarang arak-arakan ataupun konvoi,” kata Arsya, Kamis (30/12/2021).

Sebab, lanjut Arsya, pihaknya juga menerjunkan ratusan personil di beberapa titik keramaian yang sudah dipetakan. Jika nantinya masih didapati ada kerumunan atau konvoi, Arsya memastikan akan menindak tegas langsung di tempat tanpa pandang bulu.

“Polres Probolinggo telah melaksanakan kegiatan operasi di malam tahun baru terkait dengan kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai dengan spek (knalpot brong) akan kami tindak tegas di tempat berupa penilangan,” ujar perwira berdarah Aceh ini.

Oleh karena itu, sambung Arsya, untuk perayaan malam tahun baru lebih baik diisi dengan kegiatan yang bermanfaat bersama keluarganya. Hal itu, juga sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah yang sedang berusaha untuk memulihkan ekonomi di tahun 2022.

“Karena kepulihan ekonomi juga tergantung pada diri kita semua, kalau dipatuhi ya insyaallah akan cepat pulih. Isi perayaan tahun baru dengan yang bermanfaat dan baik, seperti berdo’a contohnya itu lebih berguna daripada konvoi di jalanan yang bisa mengganggu ketertiban umum,” tutur Arsya. (*)

Editor : Ikhsan Mahmudi
Publisher : Albafillah

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Penemuan Ribuan Koin Kuno di Pasuruan Segera Diteliti

28 Januari 2025 - 16:44 WIB

Target PAD Lumajang Melalui Pajak Sebesar Rp170 Miliar

3 Januari 2025 - 11:03 WIB

Pendapatan PBB-P2 Belum Maksimal, BPRD Lumajang Akan Grebeg Desa yang Capaiannya Rendah

2 Januari 2025 - 16:13 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, KAI Daop 9 Jember Operasikan Satu KA Tambahan

25 Desember 2024 - 13:27 WIB

Balos Tampilkan Karakteristik Batik Khas Lumajang

22 Desember 2024 - 15:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Gelora Merdeka Kraksaan Banjir

16 Desember 2024 - 18:19 WIB

Banjir Tahunan Resahkan Warga Pasuruan, Dewan Desak Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai

16 Desember 2024 - 13:20 WIB

Trending di Berita Pantura