Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Olahraga · 8 Jan 2022 17:24 WIB

Pemecah Rekor Pra PON 2020 Itu Ingin Jadi TNI AL


					Pemecah Rekor Pra PON 2020 Itu Ingin Jadi TNI AL Perbesar

Probolinggo – Kota Probolinggo memiliki banyak atlet olahraga berprestasi. Salah satunya, Mila Karmila, atlet lari berusia 21 tahun asal Kecamatan Kanigaran, yang merupakan atlet pelari tingkat nasional.

Meski punya sejumlah prestasi, atlet lulusan SMA Olahraga Sidoarjo ini gagal dalam memenuhi cita – citanya menjadi prajurit TNI AL.

Mila berdomisili di Jalan Kapuas, RT 3, RW 1, Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran. Sejak dicoret tanpa adanya pemberitahuan, dari Pusat Latian Daerah (Puslatda) Malang, ia kembali bergabung dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Probolinggo.

Perempuan yang pernah mengenyam pendidikan di MTs Kota Probolinggo ini memiliki sejumlah prestasi yakni, pada lari 1.500 meter dan 3.000 meter halang rintang. Pada tahun 2019, ia memecahkan rekor di Pra PON 2020 dengan waktu 11.27 menit.

“Meski memecahkan rekor, tapi saya tidak masuk sebagai atlet yang akan bertanding di PON, namun saya tak berkecil hati, dan terus berlatih hingga saat ini,” ujar Mila saat di temui di rumahnya.

Kekecewaan Mila tak sampai di situ. Pada tahun 2021, ia juga dicoret dari Pemusatan Daerah (Puslatda) di Malang. Pencoretan Mila dari Puslatda tanpa disertai alasan, hanya saja Mila diberitahu bahwa ia dicoret.

Berbekal segudang prestasi yang dimiliki, pada Februari 2021 dan Juni 2021, Mila mencoba mengejar cita- citanya dengan mendaftar menjadi anggota TNI AL di Surabaya. Namun dua kali mendaftar ia gagal dengan alasan jantungnya tidak kuat.

“Pasca gagal tes pertama, sebelum tes kedua saya melakukan pemeriksaan, dan hasilnya jantung saya baik. Namun saat tes TNI AL kedua, saya kembali gagal karena jantung yang tidak kuat,” ujarnya.

Meski gagal untuk yang kedua kalinya, anak pertama dari Edy Hermanto (41), dan Sulastri Ningsih (40) tetap semangat dan berlatih. Tiap hari ia selalu berlatih di Stadion Bayuangga. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuannya dan ingin kembali terjun pada kejuaraan-kejuaraan tingkat provinsi dan tingkat nasional.

“Kegiatan saya saat ini berlatih, dan menunggu jika ada pendaftaran TNI AL, saya akan kembali mencoba mendaftarnya lagi,” imbuh Mila. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Albafillah

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Pocari Sweat Run 2025 Bakal Digelar di Sirkuit Mandalika Lombok, Menpora Dito Berikan Apresiasi

12 Maret 2025 - 11:07 WIB

Hempaskan Perlawanan Sugeng Nufindarko, Zulfikar Imawan Nakhodai KONI Kota Probolinggo

27 Februari 2025 - 21:37 WIB

Satria Pandita Jadi Juara Umum Kejuaraan Bupati Lumajang Archery Tournament 2025

23 Februari 2025 - 21:38 WIB

Duel Sengit Bursa Caketum KONI Kota Probolinggo, Sugeng Nufindarko Tantang Zulfikar Imawan

21 Februari 2025 - 21:17 WIB

Banyak Prestasi, DPRD Lumajang Minta Pemkab Lebih Perhatikan Para Atlet

20 Februari 2025 - 14:21 WIB

Sebanyak 472 Atlet se-Jatim Ikuti Bupati Lumajang Archery Tournament

19 Februari 2025 - 19:15 WIB

Tiga Atlet Sepeda Kota Probolinggo Sabet Medali dalam Tour of Kemala Yogyakarta 2025

18 Februari 2025 - 20:03 WIB

Bursa Caketum KONI Kota Probolinggo, Zulfikar Imawan Diprediksi Duel dengan Sugeng Nufindarko

14 Februari 2025 - 09:29 WIB

Persekabpas Dipecundangi Tornado FC di Kandang, Suporter Ricuh

13 Februari 2025 - 22:08 WIB

Trending di Olahraga