Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Peristiwa · 13 Feb 2022 12:22 WIB

Jalan Kraksaan-Gading Berlubang, Warga Tanam Pohon Pepaya


					Jalan Kraksaan-Gading Berlubang, Warga Tanam Pohon Pepaya Perbesar

Krejengan,- Kondisi jalan yang rusak parah, membuat warga Desa Sentong, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo gerah. Mereka pun melampiaskan kegerahannya dengan menanam pohon pepaya di lubang yang menganga lebar di tengah jalan.

Pantauan PANTURA7. com, kerusakan jalan jalur Kraksaan – Gading itu memang tergolong parah. Bahkan, terdapat lubang menganga lebar dengan diamater hampir 70 sentimeter di badan jalan, yang tepat berada di Desa Sentong.

Setelah berbagai laporan ke pemerintah desa tak kunjung digubris, warga pun secara spontanitas menanam pohon pepaya di tengah jalan yang berlubang. Aksi itu dilakukan, Jum’at (10/2/22) kemarin.

Salah seorang warga Desa Sentong, Muhammad Miftahul Haqqi mengatakan, jalan berlubang tersebut sangat membahayakan pengguna jalan yang melintas. Sebab, tak sedikit pengendara yang melintas baik siang maupun malam hari.

“Banyak yang lewat di sini, ini kan jalan arah menuju Kraksaan. Pastinya membahayakan, maka dari itu ditanami pohon,” ungkapnya.

Ia meminta, para pengguna jalan ekstra hati-hati saat melintasi jalur antar kecamatan itu. Terlebih saat malam hari karena minimnya rambu-rambu peringatan maupun penerangan jalan.

“Jalan itu rusak lagi, mungkin akibat hujan. Soalnya ketika hujan deras, air menggenang di bagian tengah jalan,” Miftahul menambahkan.

Miftahul juga menyoroti perbaikan jalan yang dilakukan sebelumnya di jalan tersebut. Ia menilai, perbaikan jalan kurang maksimal karena sistem tambal sulam jalan berlubang hanya menggunakan semen.

“Semen yang digunakan untuk penembelan jalan yang berlubang cepat rusak. Soalnya hujan hampir setiap hari terjadi,” keluh pria yang akrab di sapa Iing ini. (*)

 

Editor: Efendi Muhammad

Publisher: Albafillah

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Innalillahi! Mayat Lansia Perempuan Terdampar di Pantai Nyamplung Kobong Jember

3 April 2025 - 10:32 WIB

Diduga Rem Blong, Mobil Wisatawan dari Bromo Terbalik di Pasuruan

2 April 2025 - 18:46 WIB

Baru Saja Surut, Banjir Kembali Rendam Bandaran, Winongan

1 April 2025 - 17:13 WIB

Jelang Takbiran, Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Pasuruan

30 Maret 2025 - 18:45 WIB

Hujan Deras, Banjir Rendam Winongan Pasuruan

29 Maret 2025 - 01:58 WIB

Disapu Puting Beliung, Rumah Warga Puspan Probolinggo Rata dengan Tanah

27 Maret 2025 - 17:31 WIB

Terseret Arus, Dua Remaja Hilang di Sungai Bedadung

26 Maret 2025 - 21:20 WIB

Usai Bertengkar dengan Istri, Pria di Pasuruan Jatuh ke Sungai dan Tewas

26 Maret 2025 - 14:05 WIB

Ular Pemangsa Ternak Sepanjang 4,5 Meter di Kota Probolinggo Akhirnya Ditangkap

24 Maret 2025 - 05:07 WIB

Trending di Peristiwa