Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Pemerintahan · 16 Feb 2022 16:52 WIB

15 Desa Rawan Gaduh? Pasukan Siaga Amankan Pilkades


					15 Desa Rawan Gaduh? Pasukan Siaga Amankan Pilkades Perbesar

PROBOLINGGO,- Sehari menjelang pencoblosan pemilihan kepala desa (pilkades) di 250 desa, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Probolinggo menyatakan, tidak ada desa yang termasuk rawan. Tetapi aparat keamanan tetap berjaga-jaga agar pelaksanaan pilkades berjalan aman dan lancar.

“Kalau kategori kerawanan tinggi itu memang tidak ada, tapi bukan berarti semuanya aman. Hanya saja ada memang daerah bukan dikatakan rawan tapi ya landai-landai saja,” ujar Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, Rabu (16/2/2022). Justru pilkades serentak tahap pertama pada 2021 lalu yang tergolong lebih rawan.

Oleh karena itu, lanjut Ugas, bukan berarti jika tidak ada pemetaan daerah rawan tinggi untuk pengawasan dan pengamanan dilonggarkan. Antispasi, tetap diperlukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan saat pencoblosan hingga penetapan calon.

“Oleh karena itu, Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Red.) baik TNI maupun Polri tetap menerjunkan ribuan personel untuk pengamanan, bahkan sampai melibatkan personel dari luar daerah untuk menjamin kelancaran pilkades kali ini,” ujar Ugas.

Mantan Camat Sumberasih ini menambahkan, memang ada di Kabupaten Probolinggo bagian timur masuk dalam kategori rawan tapi tidak dikategorikan tinggi, yaitu di Kecamatan Paiton sebanyak 15 desa. Sehingga pengawasan ketat harus dilakukan untuk mengantisipasi adanya kegaduhan.

“Intinya pilkades kali ini jauh berbeda dengan pilkades periode kemarin. Karena sebelum masa pencoblosan kegaduhan sudah mulai muncul, tapi kalau sekarang memang ada sedikit progres tapi bisa cepat teratasi dan diselesaikan dan tidak berbuntut panjang,” tutur Ugas.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, untuk mengantisipasi terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, pihaknya sudah menyiapkan pasukan siaga. Pasukan bisa difungsikan setiap saat untuk keamanan pilkades.

“Pasukan siaga ini memang kita tempatkan di wilayah yang ada potensi rawan sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan mereka bisa digunakan setiap saat. Semoga Pilakdes kali ini aman dan kondusifitas tetap terjaga,” ungkap Arsya usai Apel Pelepasan Pasukan.

Seperti diketahui, pada pengamanan pilkades 2022 kali ini, ribuan personel dari TNI/Polri sudah melaksanakan apel pergeseran pasukan untuk pengamanan. Terdiri atas, 1.050 personel dari luar daerah, 300 personel Polres Probolinggo, 650 personel Kodim 0820 Probolinggo dan 31 Satpol PP setempat. (*)


Editor : Ikhsan Mahmudi
Publisher : Albafillah

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Hujan Lebat, Bupati Probolinggo Gus Haris Sidak Kios untuk Atasi Persoalan Pupuk

10 Maret 2025 - 18:37 WIB

DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Sertijab Bupati dan Wakil Bupati

7 Maret 2025 - 16:38 WIB

Trending di Pemerintahan