Besuk,- Bantuan kemanusiaan mulai mengalir untuk Rifka Dina Aulia (7), bocah penderita gizi buruk dan stunting asal Dusun Krajan, RT 010 RW 003, Desa Sindetlami, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. Dilain sisi, rumah yang ditinggali keluarga tak mampu ini, sudah tidak layak huni.
Paman Dina, Salehudin (38) mengaku sangat berterima kasih atas kepedulian sejumlah pihak terhadap ponakannya. Bantuan itu datang dari Polres Probolinggo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo hingga Lembaga Amil Zakat Nasional (Baznas).
Bantuan berupa makanan bernutrisi tinggi, sembako, uang tunai hingga kursi roda itu, menurutnya, amat berharga. Saat ini, jelas Salehuddin, yang ia pikirkan adalah kondisi Dina saat hujan turun.
“Saya cuma kasihan sama Dina, karena harus tinggal di rumah seperti ini,” kata Salehuddin saat ditemui PANTURA7.com, Jum’at (25/2/22).
Dijelaskan Salehuddin, rumah yang ditempatimya bersama Dina dan ibunya (nenek Dina), Suto Sari (69) selalu bocor saat hujan turun. Selain itu, dinding dan kerangka rumah yang terbuat dari kayu sudah lapuk digrogoti usia.
“Saya ingin memperbaiki rumah ini, biar Dina tidak kedinginan saat hujan dan kepanasan jika musim kemarau, biar Dina istirahatnya nyaman,” ungkapnya.
Selama ini, imbuh Salehuddin, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia menggantungkan diri dari penghasilan sebagai tukang pijat. Selain Salehuddin, Dina dan Suto Sari, rumah semi permanen itu juga ditinggali istri Salehuddin.
“Untuk kebutuhan hidup sehari-hari sebenarnya kita kewalahan, namun uang tetap disisihkan untuk kebutuhan Dina seperti membeli susu dan pampers,” ungkap dia.
Sementara, Suto Sari berharap, ia dan keluarganya bisa memperbaiki rumah yang sudah mereka tinggali sejak puluhan tahun lalu itu. “Kalau ada yang bantu, ya Alhamdulillah,” harapnya.
Diketahui, meski sudah berusia 7 tahun namun Dina tidak bisa berdiri, alih-alih berjalan. Dina didiagnosa mengalami gizi buruk dan stunting.
Dina lahir ketika berusia 8 bulan dalam kandungan dan sempat dirawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan selama 50 hari. Sejak lahir, pertumbuhan fisik Dina sangat lamban.
Penderitaannya kian bertambah setelah ditinggal oleh kedua orang tuanya untuk selamanya. Ibunya Babur Rahma (30) meninggal dunia, 8 bulan lalu. Dua bulan kemudian, sang ayah Hasan (32) menyusul menghadap sang khalik.
Saat ini, Dina dirawat oleh neneknya, Suto Sari (69). Sementara, untuk menopang ekonomi, mereka hanya mengandalkan pendapatan dari Salehuddin, yang sehari-hari menjadi tukang pijat. (*)
Editor: Efendi Muhammad
Publisher: Albafillah