Menu

Mode Gelap
Tepergok Curi Tas di Pemandian Banyu Biru, Pria ini Nyonyor Digebuki Warga Halal Bihalal di Pasuruan, Gus Hilman Gelorakan Semangat Pengembangan Riset dan Literasi Puncak Arus Balik, Jalur Lumajang – Malang Via Piket Nol Lancar Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember

Peristiwa · 7 Mar 2022 12:33 WIB

Atap SDN Muneng Kidul Ambruk, Siswa Belajar di Teras Toilet


					Atap SDN Muneng Kidul Ambruk, Siswa Belajar di Teras Toilet Perbesar

Probolinggo – Sebuah atap bangunan ruang kelas di SDN Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo ambruk. Akibat ambruknya atap satu ruang kelas, atap dua ruang kelas lainnya terancam ambruk.

Sejumlah siswa menggunakan tempat lain agar tetap bisa belajar.

Atap ruang kelas 2 yang ambruk tersebut kondisinya memprihatinkan. Ambruknya atap ruangan kelas 2 ini diketahui lantaran kayu-kayu penyangga atap sebagian besar sudah keropos. Tak hanya itu, 2 atap dua ruangan lain yakni ruang kelas 1 dan ruang kelas 3 juga terancam ambruk karena kondinya memprihatinkan.

Sebelum atap ruang kelas tersebut ambruk, Februari 2022 lalu, pihak sekolah telah memindahkan tempat pembelajaran. Kelas 1 dan 2 menggunakan gedung sebelah selatan. Sedangkan untuk kelas 4 menggunakan ruangan musala.

Kelas 5 di teras toilet baru dan kelas 6 di teras toilet lama.

“Delapan bulan yang lalu tepatnya tahun ajaran baru, kami berinisiatif memindahkan pembelajaran ke tempat lain, karena kondisi tiga ruangan tersebut memprihatinkan. Selain itu, ini demi kenyamanan dan keselamatan para siswa,” ujar Kepala SDN Muneng Kidul, Heru Prasetyo.

Pihak sekolah juga telah melaporkan kejadian ini ke Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo terkait ambruknya atap ruang kelas 2. Termasuk atap dua ruang kelas lainnya kondisinya mengkawatirkan.

“Dari hasil laporan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, untuk perbaikan atap ruang kelas yang ambruk, paling cepat terealisasi akhir tahun atau tahun depan,” imbuhnya.

Sementara, salah satu siswa kelas 6, Novi Dwi Dayanti berharap atap ruang kelas yang ambruk dapat segera diperbaiki. Sebab selama belajar di teras depan toilet, ia merasa kurang nyaman, dan konsentrasi berkurang.

“Selain panas, dan agak basah saat hujan turun, selama belajar di teras depan toilet saya kurang konsentrasi. Saya berharap, agar ruang kelas yang ambruk dapat segera di perbaiki,” ujarnya. (*)


Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Albafillah

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Halal Bihalal di Pasuruan, Gus Hilman Gelorakan Semangat Pengembangan Riset dan Literasi

6 April 2025 - 19:44 WIB

Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris

4 April 2025 - 10:40 WIB

Innalillahi! Mayat Lansia Perempuan Terdampar di Pantai Nyamplung Kobong Jember

3 April 2025 - 10:32 WIB

Diduga Rem Blong, Mobil Wisatawan dari Bromo Terbalik di Pasuruan

2 April 2025 - 18:46 WIB

Bupati Lumajang Siapkan 6 Hektar Lahan untuk Lokasi Sekolah Rakyat

1 April 2025 - 18:23 WIB

Baru Saja Surut, Banjir Kembali Rendam Bandaran, Winongan

1 April 2025 - 17:13 WIB

Jelang Takbiran, Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Pasuruan

30 Maret 2025 - 18:45 WIB

Eks Kantor Pemkab Pasuruan Diusulkan Jadi Sekolah Rakyat

30 Maret 2025 - 15:43 WIB

Hujan Deras, Banjir Rendam Winongan Pasuruan

29 Maret 2025 - 01:58 WIB

Trending di Peristiwa