Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Hukum & Kriminal · 29 Mar 2022 16:24 WIB

Jelang Ramadhan, 3 PSK di Kraksaan Diciduk


					Jelang Ramadhan, 3 PSK di Kraksaan Diciduk Perbesar

Kraksaan,- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo menjaring Pekerja Seks Komersial (PSK) di wilayah Kecamatan Kraksaan, Selasa (29/3/2022) siang. Hal itu dilakukan Satpol PP saat razia Ketertiban Masyarakat dan Ketertiban Umum menjelang bulan Ramadhan.

Terdapat tiga PSK terjaring di dua titik di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo sekitar pukul 12.30 WIB. Mirisnya lagi, seorang PSK di antaranya, merupakan Anak Baru Gede (ABG) dan dua PSK lainnya masih “pemain baru”.

Tiga PSK yang diamankan, dua di antaranya berasal dari Kecamatan Kotaanyar. Yakni, PI (21) asal Desa Triwungan, dan EI (28) warga Desa Talkandang. Sebelumnya, keduanya bekerja dengan profesi serupa di Desa Kedung Rejoso.

Sementara seorang PSK, LI (25) berasal dari Desa Plaosan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Saat diamankan ketiganya kedapatan sedang menunggu pelanggan yang biasa menggunakan jasa mereka.

“Jadi razia ini ketika anggota Satpol PP yang ada di lapangan berpura-pura memesan jasa mereka untuk memastikan apakah dua lokasi ini masih beroperasi apa tidak,” kata Kasi Penindakan dan Penyidikan (Dikdak) Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Budi Utomo.

Setelah mengetahui dua tempat yang tepatnya di selatan Jembatan Rondoninggo tersebut, Budi langsung mengamankan ketiga PSK tersebut. Mereka langsung dibawa ke Markas Satpol PP Kabupaten Probolinggo untuk dibina agar tidak kembali melayani pria hidung belang.

“Untuk tarifnya, mereka tidak main per jam, tapi satu kali main itu pelanggannya harus bayar Rp150 ribu plus kamar. Untuk dua titik ini memang beroperasi menyerupai warung kopi dan satunya lagi seperti biasanya yaitu rumah pribadi,” tutur mantan PJ Kades Bucor Wetan ini. (*)

 

Editor : Ikhsan Mahmudi

Publisher : A. Zainullah FT

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan

4 April 2025 - 13:57 WIB

Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku

3 April 2025 - 16:34 WIB

Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri

3 April 2025 - 12:53 WIB

Edi Buron Ganja Diduga Masih Berkeliaran di Lumajang

2 April 2025 - 15:41 WIB

Polres Pasuruan Kota Gerebek Penjual Miras di Panggungrejo

30 Maret 2025 - 19:43 WIB

Razia Malam di Kota Pasuruan, Puluhan Kendaraan Disita, Empat Remaja Positif Narkoba

30 Maret 2025 - 19:29 WIB

Terdakwa Pencurian Motor di Pasuruan Dibebaskan, Bisa Rayakan Lebaran Bersama Keluarga

27 Maret 2025 - 17:13 WIB

Jelang Lebaran, Kades di Jember jadi Korban Pemerasan Oknum LSM

27 Maret 2025 - 04:51 WIB

Seekor Kerbau di Lumajang Dicuri dan Dimutilasi

26 Maret 2025 - 17:06 WIB

Trending di Hukum & Kriminal