Menu

Mode Gelap
Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2)

Sosial · 1 Apr 2022 17:44 WIB

Rumah Rifka Yatim-Piatu Gizi Buruk Masuk Program RTLH


					Rumah Rifka Yatim-Piatu Gizi Buruk Masuk Program RTLH Perbesar

Besuk,- Kelayakan hidup Rifka Dina Aulia (7), bocah yatim piatu asal Dusun Krajan, RT/010 RW/003, Desa Sindetlami, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo menjadi tanggung jawab semua instansi, baik dari segi kesehatannya maupun kondisi tempat tinggalnya.

Terbaru, untuk tempat tinggal Rifka, sudah masuk dalam program pemerintah, akan dibangun agar menjadi tempat tinggal yang cocok bagi Rifka beserta keluarganya. Pembangunan tersebut nantinya melalui Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 2022.

Hal tersebut disampaikan Camat Besuk, Puja Kurniawan. Menurut ia, tempat tinggal Rifka memang sudah dimasukkan daftar penerima program RTLH berdasarkan hasil dari Musyawarah Desa (Musdes). Akan tetapi, untuk pembangunan tersebut tidak bisa dipercepat.

“Kalau rumahnya memang sudah masuk dalam program RTLH tahun ini dari hasil Musdes. Tapi tidak bisa dikerjakan sekarang, karena kita juga melihat dulu cuaca terkini di wilayah Kabupaten Probolinggo, khususnya di Kecamatan Besuk,” kata Puja, Jumat (1/4/2022).

Tidak hanya program bedah rumah melalui RTLH saja, menurut Puja, untuk bantuan lainnya sudah diterima oleh Rifka beserta keluarganya. Seperti, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) yang dalam 3 bulan mendapat uang tunai sebesar Rp900 ribu.

“Selain itu juga ada KIS (Kartu Indonesia Sehat) subsidi penuh jadi untuk pengobatan dan yang lainnya nanti bisa menggunakan kartu KIS ini, Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT, Program Keluarga Harapan atau PKH Lansia (Lanjut Usia, Red.) untuk neneknya,” ungkap Puja.

Diketahui, pertumbuhan Rifka bermasalah sejak lahir. Jika bayi pada umumnya memiliki berat sekitar 2,5 kilogram tapi ia hanya 1,1 kilogram. Sehingga kondisinya sekarang tidak bisa jalan dan setiap harinya hanya minum susu serta hanya bisa berbaring di tempat tidur.

Selain gizi buruk yang menyebabkan lambatnya pertumbuhan anak (stunting), penderitaan Rifka tidak sampai di situ. Sekitar empat tahun lalu atau sejak berumur tiga tahun, ia tidak dapat merasakan belaian dan kasih sayang dari orangtuanya yang memutuskan bercerai.

Penderitaan Rifka kian lengkap setelah pada delapan bulan lalu, Babur Rahma, ibu kandungnya meninggal dunia. Alhasil, hak asuh diambil alih sang nenek nenek dibantu Salehuddin, kakak kandung Babur Rahma. Dan enam bulan lalu, Hasan, bapaknya juga meninggal dunia. (*)

 

Editor : Ikhsan Mahmudi

Publisher : A. Zainullah FT

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember

5 April 2025 - 10:48 WIB

Selisih Sehari dengan Pemerintah, Jamaah Aboge di Leces Shalat Idul Fitri Hari Ini

1 April 2025 - 10:23 WIB

Warga Winongan Rayakan Lebaran di Tengah Sisa Genangan Banjir

31 Maret 2025 - 16:37 WIB

Kado Lebaran, 507 Warga Binaan Lapas Kelas II Probolinggo Dapat Remisi

31 Maret 2025 - 15:23 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Lumajang Akan Gelar Open House, Warga Boleh Datang, Dilarang Bawa Oleh-oleh

30 Maret 2025 - 16:18 WIB

Waspada Bencana saat Libur Lebaran, BPBD Pasuruan Siaga Penuh 24 Jam

29 Maret 2025 - 18:18 WIB

Polres Pasuruan Sediakan Layanan Titip Kendaraan bagi Pemudik

29 Maret 2025 - 17:06 WIB

Program Berkah Nusantara PLN Nusantara Power UP Paiton Bagikan Seribu Paket Sembako dan Santunan Anak Yatim

29 Maret 2025 - 12:53 WIB

Waspada Microsleep saat Mudik, Ini Tips Pencegahannya

29 Maret 2025 - 11:12 WIB

Trending di Sosial