Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Gaya Hidup · 7 Apr 2022 18:03 WIB

Kain Perca Bisa ‘Disulap’ Menjadi Kerajinan Beromset Ratusan Juta


					Kain Perca Bisa ‘Disulap’ Menjadi Kerajinan Beromset Ratusan Juta Perbesar

Probolinggo – Limbah dari perusahaan garmen berupa potongan-potongan kain teryata bisa dimanfaatkan menjadi kerajinan yang bernilai ekonomis tinggi. Hal itu dibuktikan seorang perajin berbahan kain perca di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Di tangan Katarina Suhendar Triningrum (48), warga Jalan Argopuro kain perca menjadi lebih bermakna setelah diubah menjadi tas hingga dompet.

Di rumahnya, Perumahan Kopian Barat, Katarina bersama sejumlah karyawannya mengubah kain perca yang ia dapat dari perusahaan garmen di Kota Probolinggo menjadi berbagai kerajinan. Sebelum dibentuk pola, kain perca terlebih dahulu dipilah sesuai warna dan ukuran.

Selanjutnya, di tangan ibu dua anak ini, kain perca yang sudah dipilah kemudian dijahit dan dibentuk berbagai jenis, mulai dari tas, domper, masker, hingga sepatu dan sandal. Meski telah memiliki pekerja, jika pesanan melimpah, ia akan menambah pekerja yang diambil dari ibu-ibu di komplek perumahan.

“Kerajinan yang saya buat ini sesuai pesanan dan jumlah, jika jumlah yang dipesan banyak, maka saya menambah pekerja, sesuai keahliannya, hal ini untuk mempercepat pembuatan pesanan kerajinan,” ujar Katarina di rumah sekaligus tempat usahanya, Kamis, 7 April 2022.

Disinggung harga kerajinannya, Katarina mematok harga mulai Rp10 ribu hingga Rp100 ribu per item, tergantung ukuran dan kesulitannya.

Diakui, di awal tahun hingga pertengahan tahun 2021 kerajinannya sepi pemesan, namun di akhir tahun 2021, hingga saat ini, kerajinannya mulai banyak pesanan.

“Alhamdulillah, dengan kreasi kerajinan yang saya buat, omset paling besar yang pernah saya dapat yakni sekitar Rp400 juta, itu di hitung selama satu tahun. Selain itu, kerajinan saya sudah dipasarkan hingga Jawa Barat, Bali, bahka ke Kalimantan,” imbuhnya.

Dengan melibatkan ibu-ibu sekitar, hasil penjualan kerajinan milik Katarina yang di beri label “D-Recy” ini mampu menambah pemasukan bagi kaum emak-emak itu. Salah satunya diungkapkan Endang, pekerja asal Triwung Lor. Ia mengaku, senang bekerja di kerajinan milik Katarina, selain mendapat ilmu baru, yang pasti juga mendapat pemasukan tambahan.

“Saya sudah empat tahun bekerja di sini. Sebelum bekerja, saya terlebih dahulu menyiapkan keperluan keluarga di pagi hari, kemudian agak siang barulah saya bekerja membuat kerajinan,” ujarnya. (*)

 

Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: A. Zainullah FT

Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga

3 April 2025 - 18:17 WIB

Bisnis Menggiurkan! Budidaya Ikan Kerapu Keramba Menjamur di Pulau Gili Ketapang

15 Februari 2025 - 20:17 WIB

Bukan Pencitraan, Sebelum Nakhodai DPRD Lumajang, Hobinya Makan Bersama

30 Januari 2025 - 19:10 WIB

Kreatif! Warga Kanigaran Kota Probolinggo Sulap Anggur jadi Aneka Minuman Nikmat

14 Desember 2024 - 19:49 WIB

Xuping, Perhiasan Emas Imitasi yang Kini Digandrungi Warga Kota Probolinggo

26 Oktober 2024 - 12:37 WIB

Pangkas Rambut Tradisional di Kota Probolinggo Masih Bertahan Ditengah Gempuran Barbershop

8 Oktober 2024 - 18:25 WIB

Kreatif! Warga Ketapang Kota Probolinggo Sulap Galon Bekas jadi Hiasan Bunga Estetik

28 September 2024 - 15:55 WIB

Menabung Lima Tahun, Pasutri Ini Beli Motor dengan Uang Koin

21 Agustus 2024 - 19:58 WIB

Jazz Gunung Bromo 2024, Elfa’s Singers hingga Ndaru Ndarboy Hangatkan Penonton dalam Balutan Bediding Bromo

20 Juli 2024 - 15:27 WIB

Trending di Gaya Hidup