Menu

Mode Gelap
Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri Cegah Curanmor dan Curwan, Bupati Lumajang Akan Pasang PJU di Wilayah Utara

Gaya Hidup · 8 Apr 2022 16:38 WIB

Warga Binaan Shalat Tarawih dan Tadarus di Masjid Lapas


					Warga Binaan Shalat Tarawih dan Tadarus di Masjid Lapas Perbesar

Probolinggo – Bulan suci Ramadhan banyak dimanfaatkan umat muslim untuk mencari pahala dan beribadah, tak terkecuali warga binaan permasyarakatan (WBP), Lapas Kelas II B Probolinggo. Setiap harinya, untuk mengisi Ramadhan, WBP melakukan shalat tarawih dan tadarus bersama.

Namun, pelaksanaan shalat tarawih dan tadarus di lapas ini berbeda, dimana tidak semua WBP dapat mengikuti tarawih dan tadarus di Masjid Daarul Awwabin di dalam lapas. Di mana petugas lapas memilih sekitar 200 WBP dari 600 WBP untuk melaksanakan tarawih yang juga dihadiri oleh kepala lapas (kalapas) dan sejumlah petugas lapas.

“Tarawih dan tadarus yang diikuti oleh warga binaan ini merupakan sebuah kerinduan terhadap ibadah di bulan suci Ramadhan karena pada Ramadhan sebelumnya, ada pembatasan dalam melaksanakan tarawih dan tadarus ini,” ujar Kepala Lapas Kelas II B Probolinggo, Risman Somantri, Jumat (8/3/2022).

Selain tarawih dengan jamaah pilihan, untuk tadarus, petugas lapas juga melakukan hal yang sama. Di mana WBP yang ikut dalam tadarus dibatasi maksimal 12-14 WBP.

“Meski diikuti dengan ratusan warga binaan, namun, petugas kita tetap berjaga dan mengawasi, dan saya mengimbau kepada warga binaan untuk memanfaatkan bulan Ramadhan ini untuk beribadah dan mencari pahala sebanyak mungkin meski berada di dalam lapas,” imbuhnya.

Sementara, salah satu warga binaan, Sunarman mengatakan, untuk kegiatan ibadah pada Ramadhan tahun ini lebih meningkat daripada tahun sebelumnya, di mana dari jumlah WBP yang ikut tarawih jumlahnya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kebetulan selain tarawih, saya juga dipilih untuk tadarus, yang mana dalam sekali tadarus, rata-rata kami membaca tiga hingga empat juz, dan untuk yang tidak terpilih tetap mengikuti dari dalam kamar,” ujarnya. (*)

 

Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: A. Zainullah FT

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga

3 April 2025 - 18:17 WIB

Bisnis Menggiurkan! Budidaya Ikan Kerapu Keramba Menjamur di Pulau Gili Ketapang

15 Februari 2025 - 20:17 WIB

Bukan Pencitraan, Sebelum Nakhodai DPRD Lumajang, Hobinya Makan Bersama

30 Januari 2025 - 19:10 WIB

Kreatif! Warga Kanigaran Kota Probolinggo Sulap Anggur jadi Aneka Minuman Nikmat

14 Desember 2024 - 19:49 WIB

Xuping, Perhiasan Emas Imitasi yang Kini Digandrungi Warga Kota Probolinggo

26 Oktober 2024 - 12:37 WIB

Pangkas Rambut Tradisional di Kota Probolinggo Masih Bertahan Ditengah Gempuran Barbershop

8 Oktober 2024 - 18:25 WIB

Kreatif! Warga Ketapang Kota Probolinggo Sulap Galon Bekas jadi Hiasan Bunga Estetik

28 September 2024 - 15:55 WIB

Menabung Lima Tahun, Pasutri Ini Beli Motor dengan Uang Koin

21 Agustus 2024 - 19:58 WIB

Jazz Gunung Bromo 2024, Elfa’s Singers hingga Ndaru Ndarboy Hangatkan Penonton dalam Balutan Bediding Bromo

20 Juli 2024 - 15:27 WIB

Trending di Gaya Hidup