Menu

Mode Gelap
Tepergok Curi Tas di Pemandian Banyu Biru, Pria ini Nyonyor Digebuki Warga Halal Bihalal di Pasuruan, Gus Hilman Gelorakan Semangat Pengembangan Riset dan Literasi Puncak Arus Balik, Jalur Lumajang – Malang Via Piket Nol Lancar Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember

Berita Pantura · 1 Mei 2022 19:30 WIB

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1443 H Jatuh pada Tanggal 2 Mei 2022


					Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1443 H Jatuh pada Tanggal 2 Mei 2022 Perbesar

Paiton,- Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo menggelar rukyatul hilal untuk menentukan 1 Syawal 1443 Hijriyah di Pantai Randutatah (Duta) Paiton, Minggu (1/5/22). Namun lagi-lagi, hilal tak nampak di pantai wisata itu.

Pantauan PANTURA7.com, rukyatul hilal tersebut menggunakan sejumlah alat tradisional seperti benang, busur dan tongkat bambu. Lalu ada juga peralatan modern berupa teleskop atau teropong, gawang, dan kompas.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, Ahmad Sruji Bakhtiar, dalam pemantauan rukyatul hilal kali ini pihaknya tidak menemukan hilal. Sebab di Pantai Duta, hilal tertutup oleh awan yang sangat tebal.

“Jadi di Pantai Randutatah ini sudah tiga tahun kami melaksanakan rukyatul hilal tetapi masih belum menemukan hilal satukalipun,” kata Bachtiar di lokasi pemantauan rukyatul hilal.

Oleh karenanya, lanjut Bakhtiar, pihaknya berencana menggelar pemantauan rukyatul hilal di tempat yang lain. Hasil pantauan selama 3 tahun terakhir, menjadi bahan evaluasi.

“Akan kami bicarakan mengenai alternatif lain tempat pemantauan rukyatul hilal. Mungkin kami akan bicarakan hal ini dengan PC NU Kota Kraksaan, Muhammadiyah Kota Kraksaan dan lembaga keagamaan lainnya,” papar dia.

Mengenai penetapan 1 Syawal 1443 H, imbuh Bachtiar, pihaknya masih menunggu keputusan dari hasil sidang isbath yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) RI. Meski di Pantai Duta hilal tidak ditemukan, bisa jadi di daerah lain hilal terlihat jelas.

“Rukaytul hilal yang kami laksanakan ini merupakan ikhtiar yang susah kami laksanakan secara maksimal. Namun, lagi-lagi kami tidak menemukan hilal disini, harapannya besok kita sudah bisa merayakan hari raya Idul Fitri,” tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan sidang isbath Kemenag RI bersama Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) dan organisasi islam lain, 1 Syawal 1443 H akhirnya diputuskan jatuh pada hari Senin, tanggal 2 Mei 2022.

Pertimbangannya, hilal di sejumlah titik pemantauan bisa terlihat dengan sangat jelas. “Menetapkan 1 Syawal 1443 H jatuh pada hari Senin tanggal 2 Mei 2022. Inilah laporan sidang isbath Idul Fitri tahun ini,” terang Kepala Kemenag RI, Yaqut Cholil Qoumas. (*)

 

Editor: Efendi Muhammad

Publisher : Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Penemuan Ribuan Koin Kuno di Pasuruan Segera Diteliti

28 Januari 2025 - 16:44 WIB

Target PAD Lumajang Melalui Pajak Sebesar Rp170 Miliar

3 Januari 2025 - 11:03 WIB

Pendapatan PBB-P2 Belum Maksimal, BPRD Lumajang Akan Grebeg Desa yang Capaiannya Rendah

2 Januari 2025 - 16:13 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, KAI Daop 9 Jember Operasikan Satu KA Tambahan

25 Desember 2024 - 13:27 WIB

Balos Tampilkan Karakteristik Batik Khas Lumajang

22 Desember 2024 - 15:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Gelora Merdeka Kraksaan Banjir

16 Desember 2024 - 18:19 WIB

Banjir Tahunan Resahkan Warga Pasuruan, Dewan Desak Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai

16 Desember 2024 - 13:20 WIB

Trending di Berita Pantura