Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Wisata · 9 Mei 2022 18:06 WIB

Kembangkan Wisata, Jalan Desa Tamansari Kraksaan Diperlebar


					Kembangkan Wisata, Jalan Desa Tamansari Kraksaan Diperlebar Perbesar

Kraksaan,- Pemerintah Desa (Pemdes) Taman Sari, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Peobolinggo berbenah. Untuk memajukan desa, khususnya wisata Pemandian Tamansari, pemdes melakukan perbaikan infrastruktur desa.

Infrastruktur yang diperbaiki berupa jalan desa di Dusun Krajan RT/001 RW/001, yang luasnya ditambah. Tujuannya, selain untuk kenyamanan masyarakat setempat, juga untuk menunjang pengembangan wisata Kolam Pemandangan Tamansari.

Kepala Desa (Kades) Tamansari, Hosni (47) mengatakan pelebaran jalan desa dikerjakan sejak 6 Mei 2022 lalu dengan menggunakan Dana Desa (DD). Diperkirakan, pelebaran jalan dengan cara dicor itu akan rampung dalam 12 hari kedepan.

“Pelebaran jalan ini sekitar 300 hingga 400 meter panjangnya. Untuk lebar jalan, sebelum dilebarkan itu 4 meter, dan setelah dilebarkan menjadi 5,5 meter,” kata Hosni, Senin (9/5/22).

Selain jalan desa, nanti Pemdes Tamansari menurut Hosni, juga akan memoles Pemandian Tamansari yang diketahui memiliki luas sekitar 20 x 60 meter persegi. Sejumlah fasilitas pendukung akan dibangun disekitar pemandian.

“Ya, segera kami percantik taman ini dengan dilengkapi tongkrongan kedai kopi anak muda namun bebas dari narkoba ataupun minuman keras (miras). Karena dulu, taman ini dikenal sebagai tempat remaja berpesta miras,” ujar dia.

Salah satu warga Desa Tamansari, Parman, mengaku amat mendukung pengembangan wisata di desanya. Menurutnya, langkah itu akan berdampak positif bagi masyarakat dan dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi pemuda desa setempat.

“Sayang kalau taman ini tidak dikembangkan, sekarang kan sudah banyak warga yang datang ke sini, kawasannya sudah bersih, sudah mulai terawat. Kalau dulu kan terkenal sebagai tempatnya orang mabuk,” ceritanya. (*)

 

Editor: Efendi Muhammad

Publisher: A. Zainullah FT

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup

4 April 2025 - 21:19 WIB

Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

4 April 2025 - 13:39 WIB

Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga

3 April 2025 - 20:02 WIB

Libur Lebaran, Jasa Penitipan Kucing di Kota Probolinggo Laris Manis

2 April 2025 - 13:04 WIB

Empat Keistimewaan The Bentar Beach, yang Wajib Dinikmati saat Libur Panjang Lebaran

2 April 2025 - 12:55 WIB

Liburan di Kali Pinusan Pilihan Tepat Bersantai Bersama Keluarga

2 April 2025 - 12:35 WIB

Nyepi hingga Idul Fitri, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Ditutup

30 Maret 2025 - 15:09 WIB

Wisata Bromo Diminta Tetap Buka Saat Idul Fitri, Gus Haris Turun Tangan

27 Maret 2025 - 03:47 WIB

Hari Ini Dibuka, Istilahnya Bukan Lagi Grojogan Sewu, tapi Tumpak Sewu yang Dikenal Mancanegara

14 Maret 2025 - 12:26 WIB

Trending di Wisata