Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Berita Pantura · 18 Mei 2022 11:25 WIB

Kelompok Mahfudijanto tak Lagi Tempati Bekas Rumah Makan, Pindah Kemana?


					KOSONG: Bekas rumah makan yang sempat menjadi tempat penyebaran aliran sesat di Pasuruan, (Foto: Moh. Rois). Perbesar

KOSONG: Bekas rumah makan yang sempat menjadi tempat penyebaran aliran sesat di Pasuruan, (Foto: Moh. Rois).

Pasuruan,- Sekelompok warga yang terindikasi mengembangkan aliran menyimpang dari ajaran Islam, sudah tidak menempati bekas warung makan di Desa Coban Blimbing, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.

Kepala Desa Coban Blimbing, Mustain Romli mengatakan, mereka tidak menempati bekas warung itu sejak, Minggu (15/5/2022) setelah sekelompok massa memintanya keluar dari tempat tersebut. Warga menggeruduk kelompok yang dipimpin Mahfudijanto itu karena takut ajarannya menyebar ke warga lainnya. Dee

Setelah kejadian itu, pemerintah desa meminta ke 6 orang itu pulang ke rumahnya masing masing. “Jadi saat ini warung itu sudah kosong, tidak ada penghuninya,” kata Romli.

Dijelaskan Romli, dari 6 orang yang terdiri dari 2 perempuan dan 4 laki-laki itu, hanya dua orang yang tercatat sebagai warga Desa Coban Blimbing, Kecamatan Wonorejo.

“Dua orang perempuan asli warga sini dan sudah lama tinggal di warung tersebut, yang lain bukan (warga Desa Cobanblimbing),” jelas dia.

Sementara itu, tiga anggota kelompok Mahfudijanto dipanggil pihak Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Wonorejo, Selasa (17/4/22) sore. Sejatinya, 4 orang yang dipanggil namun hanya 3 orang yang menyempatkan hadir.

“Dua orang perempuan ini adalah pasangan ibu dan anak asal Desa Cobanblimbing, satu orang yang lain warga Desa Sambisirah,” ujar Camat Wonorejo, Didik Sumaryanto.

Dalam pertemuan yang digelar tertutup di Kantor Kecamatan Wonorejo itu, imbuh Didik, anggota kelompok ini ditanyai soal kepercayaan yang mereka anut. “Mengapa bisa sampai menganutnya, dan sejak kapan berkumpul di bekas warung itu,” ungkapnya.

Didik menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan pembinaan. Para anggota terduga kelompok sesat diberikan arahan agar mau kembali ke jalan yang benar.

“Kami juga himbau agar mereka jangan sampai menyebarkan ke warga lain. Selain itu tiga warga ini juga diberikan gambaran konsekuensi hukum apabila kepercayaan yang mereka anut nantinya dipastikan menyimpang,” pungkas dia. (*)

Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Penemuan Ribuan Koin Kuno di Pasuruan Segera Diteliti

28 Januari 2025 - 16:44 WIB

Target PAD Lumajang Melalui Pajak Sebesar Rp170 Miliar

3 Januari 2025 - 11:03 WIB

Pendapatan PBB-P2 Belum Maksimal, BPRD Lumajang Akan Grebeg Desa yang Capaiannya Rendah

2 Januari 2025 - 16:13 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, KAI Daop 9 Jember Operasikan Satu KA Tambahan

25 Desember 2024 - 13:27 WIB

Balos Tampilkan Karakteristik Batik Khas Lumajang

22 Desember 2024 - 15:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Gelora Merdeka Kraksaan Banjir

16 Desember 2024 - 18:19 WIB

Banjir Tahunan Resahkan Warga Pasuruan, Dewan Desak Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai

16 Desember 2024 - 13:20 WIB

Trending di Berita Pantura