Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Kesehatan · 7 Jun 2022 16:51 WIB

Antisipasi Penyebaran PMK, Polresta-DPKPP Sekat Lalu Lintas Sapi


					Antisipasi Penyebaran PMK, Polresta-DPKPP Sekat Lalu Lintas Sapi Perbesar

Probolinggo – Untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Probolinggo, Polresta dan instansti terkait langsung bergerak. Polresta ersama Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKP) serta Dinas Perhubungan (Dishub), Selasa siang (7/6/2022) melakukan pemeriksaan sapi yang hendak masuk ke Pasar Hewan Wonoasih.

Pemeriksaan ini hewan ini dilakukan di ujung jalan menuju Pasar Hewan di Kelurahan Jrebeng Kidul. Setiap kendaraan yang mengangkut sapi menuju pasar diberhentikan dan diperiksa kondisi sapinya.

Setelah dinyatakan sehat, sapi diperbolehkan masuk dan diperjual-belikan di pasar.

“Pendirian pos dan pemeriksaan sapi yang hendak masuk ke pasar ini dilakukan untuk memutus mata rantai PMK. Namun jika dalam pemeriksaan ditemukan sapi yang terindikasi PMK, sapi tersebut sementara tidak boleh masuk pasar. Sapi tersebut dikembalikan ke kandangnya untuk diisolasi,” ujar Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Wadi Sa’bani.

Tak hanya melakukan pemeriksaan sapi di pos, petugas gabungan juga melakukan pengecekan di dalam pasar.

Petugas gabungan juga memberiksan sosialisasi terkait penyakit PMK, dimana jika ternak warga terindikasi PMK, untuk tidak dijual, namun segera diobati dengan DPKP.

“Nantinya, sapi yang sudah dikarantina berbasis kandang akan mendapat pengobatan intensif dari dinas sehingga sapi tersebut dapat kembali sehat dan dapat dijual,” imbuhnya.

Sementara, pedagang sapi asal Wonoasih, Jazuli mengungkapkan, semenjak adanya PMK, harga sapi turun. Dicontohkan sapi seharga Rp20 juta turun menjadi Rp18 juta. Selain itu, setiap hari pasaran (pasar buka) Selasa dan Sabtu, jumlah sapi yang dijual selalu menurun.

“Selain harga turun, pembeli sapi juga turun lantaran adanya PMK. Hal ini berimbas kepada pedagang yang mengurangi jumlah pembelian sapi yang untuk dijual lagi,” ujarnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Jaga Tubuh Tetap Bugar, ini Tips Memilih Makanan saat Lebaran

30 Maret 2025 - 14:35 WIB

Tips Sehat Selama Ramadan, ini Cara Menjaga Pola Makan saat Buka Puasa

15 Maret 2025 - 07:23 WIB

Yukh, Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh saat Berpuasa, ini Tipsnya

10 Maret 2025 - 12:05 WIB

Penting! Hindari 7 Makanan dan Minuman ini Agar Tubuhmu Tetap Sehat Selama Berpuasa

9 Maret 2025 - 12:12 WIB

Waspada! Satu Orang Warga Probolinggo Meninggal Dunia Akibat DBD

7 Maret 2025 - 17:55 WIB

Tips Berpuasa di Bulan Ramadhan: Makanan, Olahraga, dan Waktu Tidur yang Tepat

3 Maret 2025 - 08:52 WIB

Program Persalinan Gratis Mulai Dapat Diakses Masyarakat Lumajang

27 Februari 2025 - 18:15 WIB

Terjangkit TBC, 130 Orang di Lumajang Meninggal

25 Februari 2025 - 15:44 WIB

Pelayanan Dikeluhkan Keluarga Pasien, ini Penjelasan RSUD Waluyo Jati Kraksaan

24 Februari 2025 - 18:21 WIB

Trending di Kesehatan