Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Berita Pantura · 16 Jun 2022 17:13 WIB

Kalibuntu Langganan Banjir Rob, Kinerja Pemkab-DPRD Probolinggo Dipertanyakan


					Kalibuntu Langganan Banjir Rob, Kinerja Pemkab-DPRD Probolinggo Dipertanyakan Perbesar

Kraksaan,- Setiap tahun, banjir rob selalu menjadi tamu tak diundang di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Masyarakat terdampak pun kelimpungan lantaran terus-menerus dirugikan banjir kiriman akibat luapan air laut itu.

Kepala Desa (Kades) Kalibuntu Khoirul Anam mengakui pihaknya kelimpungan saat banjir rob menerjang. Sebab hingga saat ini, belum ada solusi untuk penanganan ataupun penanggulangannya.

“Ya gimana mas, saya juga bingung. Misal melakukan perbaikan jalan sedangkan banjir rob masih belum menemukan solusi, jalan yang baru saja diperbaiki akan rusak lagi karena banjir rob,” kata Anam, Kamis (16/6/22) saat ditemui di balai desa setempat.

Saat banjir rob terjadi hari ini, ia mengundang muspika Kraksaan, termasuk jajaran kepolisian, untuk melihat derita warganya kala rob menerjang Desa Kalibuntu.

“Tujuan utama saya biar ketika mengusulkan program untuk penanggulangan banjir rob ini mendapat dukungan dari pihak-pihak yang saya datangkan ini. Ada dari Polsek Kraksaan dan juga dari Polairud Polres Probolinggo,” paparnya.

Semetara itu, anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Desa Kalibuntu, Suparyono menyampaikan, seharusnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bergandengan tangan untuk menanggulangi banjir rutin di Desa Kalibuntu.

“Anggaran jasmas (Jaring Aspirasi Masyarakat) dari DPRD seharusnya dimanfaatkan sebagai mana mestinya. Toh, dananya juga tidak main-main kalau tidak salah sekitar Rp 500 juta. Itu kan bisa dibuat tanggullah yang di sebelah barat, setidaknya walaupun tidak bisa mencegah banjir rob namun bisa mengurangi debit air yang masuk ke pemukiman,”ucapnya.

Suparyono mengaku sangat prihatin dengan ketidakpedulian Pemkab dan DPRD Kabupaten Probolinggo terhadap bencana banjir yang melanda desanya. Padahal secara geografis, Desa Kalibuntu termasuk wilayah ibukota Kabupaten Probolinggo.

“Kalibuntu ini merupakan bagian dari jantung kabupaten, kalaubkantungnya selalu terdampak banjir seperti ini, takutnya kotanya nanti tidak sehat,” pungkasnya.

Diketahui, banjir rob dua kali merendam Desa Kalibuntu dalam empat hari terakhir. Banjir ini terjadi karena air laut meluap, sementara tanggul di pesisir pantai sudah rusak dan tidak berfungsi. (*)

Editor: Efendi Muhammad
Publisher: A. Zainullah FT

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Penemuan Ribuan Koin Kuno di Pasuruan Segera Diteliti

28 Januari 2025 - 16:44 WIB

Target PAD Lumajang Melalui Pajak Sebesar Rp170 Miliar

3 Januari 2025 - 11:03 WIB

Pendapatan PBB-P2 Belum Maksimal, BPRD Lumajang Akan Grebeg Desa yang Capaiannya Rendah

2 Januari 2025 - 16:13 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, KAI Daop 9 Jember Operasikan Satu KA Tambahan

25 Desember 2024 - 13:27 WIB

Balos Tampilkan Karakteristik Batik Khas Lumajang

22 Desember 2024 - 15:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Gelora Merdeka Kraksaan Banjir

16 Desember 2024 - 18:19 WIB

Banjir Tahunan Resahkan Warga Pasuruan, Dewan Desak Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai

16 Desember 2024 - 13:20 WIB

Trending di Berita Pantura