Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Pemerintahan · 18 Jun 2022 19:43 WIB

Dua Bulan Tanpa Perbaikan, DPT Ambrol di Tambak Ukir Bikin Resah


					Dua Bulan Tanpa Perbaikan, DPT Ambrol di Tambak Ukir Bikin Resah Perbesar

Kotaanyar,- Dinding Penahan Tanah (DPT) yang ambrol di Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, saat ini belum juga tertangani. Padahal, plengsengan tersebut sudah ambrol sejak Jum’at (20/5/22) lalu.

Pembiaran DPT ambrol itu meresahkan warga, khususnya Radianto (42) yang rumahnya hanya berjarak sekitar 2 meter DPT ambrol. Ia khawatir tanah yang menopang rumahnya ikut ambrol.

“Ya saya was-was kalau hujan, seperti tadi malam hujannya sangat deras tanahnya sudah tergerus air. Semakin dekat dengan pondasi rumah saya. Kalau tidur tidak nyenyak karena kepikiran takut longsor dan rumah saya roboh,” curhatnya, Sabtu (18/6/22).

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Tambak Ukir, Mohamad Tamim menjelaskan sejatinya pemerintah desa telah mengajukan bantuan penanggulangan DPT ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pemerintah kecamatan.

Namun sampai saat ini, pengajuan bantuan tersebut masih belum menemukan titik terang. Informasi yang diterima pemerintah desa, pengajuan bantuan belum disikapi oleh Plt. Bupati Probolinggo, Timbul Prihanjoko.

“Ya gimana mas, sudah hampir dua bulan (dari kejadian) tetapi sampai sekarang masih belum ada kabar baik. Sempat saya konsultasikan lagi sama BPBD Kabupaten Probolinggo, katanya sudah sampai ke Plt. Bupati, tapi masih belum taindakan apa-apa,” Ujarnya.

Kades yang akrab disapa Tamim ini menyebut, langkah penanggulangan oleh pemerintah desa saat ini tidak memungkinkan. Sebab Dana Desa (DD) yang rencananya akan digunakan untuk biaya perbaikan DPT, belum juga cair.

“Mau pakai dana desa masih belum cair, padahal ini sifatnya mendesak. Ya semetara ini kami cuma bisa bersih-bersih lumpurnya saja dan membuat saluran air biar tidak menggenang, takut terjadi longsor susulan,” papar dia.

“Saya sangat berharap, ada penanggulangan terhadap plengsengan ini, terutama dari Pemkab Probolinggo, takutnya sampai ada korban jiwa,” ia menambahkan. (*)

Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Hujan Lebat, Bupati Probolinggo Gus Haris Sidak Kios untuk Atasi Persoalan Pupuk

10 Maret 2025 - 18:37 WIB

DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Sertijab Bupati dan Wakil Bupati

7 Maret 2025 - 16:38 WIB

Trending di Pemerintahan