Menu

Mode Gelap
Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan

Berita Pantura · 8 Jul 2022 16:02 WIB

Sidak Hewan Kurban, Ditemukan Domba Sakit Mata dan Belum Poel


					Sidak Hewan Kurban, Ditemukan Domba Sakit Mata dan Belum Poel Perbesar

Probolinggo – Menjelang Idul Adha, Pemkot Probolinggo melakukan sidak dengan sasaran penjual hewan kurban musiman di sejumlah tempat, Jumat (8/7/2022). Hasil sidak ditemukan hewan yang sakit mata dan domba yang belum cukup umur untuk kurban.

Ada empat lokasi yang disidak petugas gabungan dari Pemkot Probolinggo, Kodim 0820, dan Polres Probolinggo Kota. Sidak ini diawali pengecekan hewan kurban milik Pemkot Probolinggo di belakang kantor Satpol PP. Setelah dipastikan hewan qurban sehat, petugas kemudian bergeser ke lokasi lain.

Tiga lokasi tersebut yakni tempat penjualan hewan di Jalan Hayam Wuruk, Jalan HOS Tjokroamimoto dan di Jalan Porong. Di tiga tempat ternak ini petugas mengecek sejumlah hewan ternak yang dijual. Mulai dari mulut dan kuku untuk mengetahui kemungkinan ada hewan yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Dari pengecekan ini kami temukan satu domba sakit mata dan satu domba lain belum layak kurban, yakni belum powel. Petugas langsung memberikan salep kepada domba yang sakit mata. Dan untuk yang belim powel diminta untuk tidak dijual,” ujar Asisten Pemerintahan Pemkot Probolinggo, Gogol Sudjarwo.

Diketahui dari data Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PDKPP), di Kota Probolinggo ada 41 titik penjualan hewan kurban. Sedang hewan yang dijual sebanyak 1.233 domba, 23 kambing, dan 25 sapi.

Selain melalui sidak, petugas DPKPP juga telah mengecek semua hewan yang dijual di 41 tempat penjualan hewan ternak. Dari pengecekan tersebut, DPKPP memastikan, tidak ditemukan hewan yang terjangkit PMK.

“Alhamdulillah, dari pengecekan ini tidak ditemukan PMK baik pada sapi, domba, dan kambing yang dijual peternak. Dengan demikian, kami berharap kondisi ini membaik, dan tidak ada lagi temuan sapi yang terjangkit PMK,” imbuh Gogol.

Sementara, salah satu penjual hewan ternak yang juga Humas Yayasan Al Ihsan (Pesantren Hidayatullah) Kota Probolinggo, Uztad Cahyo Wicaksono mengatakan, PMK mengakibatkan omzet penjualan hewan ternak di pesantren turun hingga 40%. Padahal harga yang ditawarkan masih tetap seperti tahun kemarin.

“Adanya PMK ini, omzet penjualan hewan kurban kami mengalami penurunan, di mana mendekati hari raya kami mampu menjual 10 ekor sapi serta domba, biasanya 100 ekor terjual. Saat ini hanya 50 ekor saja terjual. Saya berharap di sisa hari ini, masyarakat dapat membeli hewan kurban,” ujarnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Penemuan Ribuan Koin Kuno di Pasuruan Segera Diteliti

28 Januari 2025 - 16:44 WIB

Target PAD Lumajang Melalui Pajak Sebesar Rp170 Miliar

3 Januari 2025 - 11:03 WIB

Pendapatan PBB-P2 Belum Maksimal, BPRD Lumajang Akan Grebeg Desa yang Capaiannya Rendah

2 Januari 2025 - 16:13 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, KAI Daop 9 Jember Operasikan Satu KA Tambahan

25 Desember 2024 - 13:27 WIB

Balos Tampilkan Karakteristik Batik Khas Lumajang

22 Desember 2024 - 15:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Gelora Merdeka Kraksaan Banjir

16 Desember 2024 - 18:19 WIB

Banjir Tahunan Resahkan Warga Pasuruan, Dewan Desak Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai

16 Desember 2024 - 13:20 WIB

Trending di Berita Pantura