Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Wisata · 26 Jul 2022 23:35 WIB

Embun Upas Selimuti Ranupani Lumajang, Serasa Pegunungan Alpen Eropa


					Embun Upas Selimuti Ranupani Lumajang, Serasa Pegunungan Alpen Eropa Perbesar

Lumajang,- Ada fenomena menarik yang terjadi di Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Di kawasan lereng Gunung Semeru itu, kerap muncul embun es, yang oleh warga setempat disebut embun upas.

Ya, saat ini wilayah Kabupaten Lumajang sedang memasuki musim kemarau. Cuaca dingin yang menyentuh Honggo nol derajat selsius, terutama saat malam hari, membuat warga yang berada dibawah kaki Gunung Semeru kedinginan.

Buntutnya, rerumputan di sekitar Ranupani diselimuti oleh embun es. Tentu saja, embun es ini menjadi pemandangan yang menarik bagi warga dan wisatawan.

Tapi ada waktu-waktu tertentu untuk bisa menyaksikan fenomena embun es. Yaitu pada pagi hari di bulan-bulan Juli-Agustus. Embun es terlihat pada pukul 5.30 sampai 7.00 WIB.

Tak ayal, sekilas wajah Ranupani pagi hari seperti pedesaan di wilayah Pegunungan Alpen, Eropa. Butiran kristal es terpampang jelas menyelimuti tipis rerumputan dan lahan pertanian di dataran dengan ketinggian 2.100 mdpl itu.

“Embun upas ini rutin munculnya setiap pertengahan tahun, biasanya ditandai suhu yang ekstrem,” kata Rifki, warga setempat.

Dengan fenomena embun upas, lanjut Rifki, banyak wisatawan datang untuk melihat langsung miniatur desa ala Eropa itu. “Sejumlah pelancong, terutama kalangan fotografer, datang untuk mengabadikan momen tahunan langka ini,” jelas dia.

Diakui Yongki, salah seorang fotografer asal Surabaya mengaku datang ke Ranupani untuk memotret landskap ditengah fenomena embun upas yang terjadi di kawasan itu.

Yongki menyebutnya, fenomena alam Indonesia perlu sebuah pemotretan dan pengabadian yang tepat. Agar kelak nanti anak cucu, mengetahui kalau di Indonesia juga terjadi fenomena alam eksotis.

“Fenomena ini perlu diabadikan, biar anak cucu kita tahu kalau Indonesia juga punya alam yang eksotik dan gak kalah sama luar negeri,” pungkasnya. (*)

 

 

Editor : Efendi Muhammad

Publisher : Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup

4 April 2025 - 21:19 WIB

Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

4 April 2025 - 13:39 WIB

Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga

3 April 2025 - 20:02 WIB

Libur Lebaran, Jasa Penitipan Kucing di Kota Probolinggo Laris Manis

2 April 2025 - 13:04 WIB

Empat Keistimewaan The Bentar Beach, yang Wajib Dinikmati saat Libur Panjang Lebaran

2 April 2025 - 12:55 WIB

Liburan di Kali Pinusan Pilihan Tepat Bersantai Bersama Keluarga

2 April 2025 - 12:35 WIB

Nyepi hingga Idul Fitri, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Ditutup

30 Maret 2025 - 15:09 WIB

Wisata Bromo Diminta Tetap Buka Saat Idul Fitri, Gus Haris Turun Tangan

27 Maret 2025 - 03:47 WIB

Hari Ini Dibuka, Istilahnya Bukan Lagi Grojogan Sewu, tapi Tumpak Sewu yang Dikenal Mancanegara

14 Maret 2025 - 12:26 WIB

Trending di Wisata