Menu

Mode Gelap
Innalillahi! Mayat Lansia Perempuan Terdampar di Pantai Nyamplung Kobong Jember H+2 Lebaran, Menteri PU Tinjau Tol Probowangi, ini Temuannya Diduga Rem Blong, Mobil Wisatawan dari Bromo Terbalik di Pasuruan Edi Buron Ganja Diduga Masih Berkeliaran di Lumajang Anggaran Terbatas, Pemkab Probolinggo Bakal Tetap Perbaiki Jalan Rusak Krucil Libur Lebaran, Jasa Penitipan Kucing di Kota Probolinggo Laris Manis

Ekonomi · 3 Agu 2022 17:30 WIB

Petani Tembakau Banyak Masalah, DPRD Akan Sidak Gudang


					Petani Tembakau Banyak Masalah, DPRD Akan Sidak Gudang Perbesar

PAITON – Masa tanam tembakau hingga kini masih terus berlangsung, terutama di wilayah Kabupaten Probolinggo bagian timur. Sebagian petani sudah ada yang mulai panen dan masih ada juga yang masih proses perawatan.

Masa tanam tembakau yang bebarengan dengan musim kemarau basah ini pun menulai persoalan di kalangan petani. Petani yang masih dalam proses perawatan mengeluhkan tidak adanya lagi pupuk subsidi bagi tanaman tembakau.

“Yang jelas modal tambah besar, karena pupuk subsidi untuk tembakau sudah tidak ada. Ya semoga saja nanti harga tembakaunya tinggi, biar tidak rugi,” kata Samsuddin, petnai tembakau di Desa Sidodadi, Kecamatan Paiton, Rabu (3/8/2022).

Sementara itu, Lukman Hakim yang sudah mulai memasuki masa panen tembakau mengeluhkan, belum dibukanya gudang. Sehingga, masih jarang pengepul yang datang membeli tembakaunya. Lebih dari itu, harga tembakau menurutnya juga masih tergolong murah.

“Pengepul memang sudah ada beberapa, tapi berhubung gudang belum buka, harganya masih di kisaran Rp29-30 ribu per kilogramnya,” terangnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo yang membidangi perdagangan menyatakan, akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang-gudang. Sidak sendiri rencananya akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan.

“Biasanya kan memang gudang itu saban tahunnya mulai buka pertengahan Agustus, makanya kami akan melakukan sidak. Nanti akan kami tanyakan berapa kebutuhan masing-masing gudang sekaligus patokan harganya,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD setempat, Yasin.

Sedangkan terkait pupuk subsidi tembakau yang dicabut, pihaknya juga berharap petani mulai membiasakan menggunakan pupuk kompos. Sebab penghapusan pupuk subsidi tersebut berasal dari pemerintah pusat, sehingga di daerah harus mengikutinya.

“Anggaran pupuk subsidi ini di pusat kan sampai Rp27 triliun. Fantastis angkanya. Daripada nanti ini dimanfaatkan atau peruntukannya tidak tepat sasaran, lebih baik memang dihapus. Tapi kami harap, nantinya subsidi pupuk ini diganti ke subsidi hasil tanamannya, tembakaunya ini kalau bisa juga dibuatkan peraturan terkait harganya, biar petaninya tidak rugi,” paparnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi